Membaca judul tulisan saya ini, pasti agak sedikit aneh karena biasanya yang ada adalah “Selangkah lebih maju”, lha ini koq malah mundur? Hahaha.. Pagi ngajar di sekolah seperti biasa, tapi tiba-tiba saya mengamati sesuatu, wah, rata-rata siswa saya sudah pakai Blackberry dan saya masih pake hp Nokia N70.. Haha
Saya jadi kembali teringat masa lalu, dulu di kantor tempat saya bekerja semua menggunakan pager sebagai alat komunikasi, saya masih ingat nama perusahaan penyedia jasa pager waktu itu namanya Starpage. Beberapa lama bekerja, teknologi handphone mulai masuk dan sebagian besar teman-teman beralih dari pager ke hp. Waktu itu hp yang beredar masih monochrome (1 warna). Di saat seperti itu, saya masih tetap setia sama pager yang komunikasinya cuma 1 arah,, haha.
Beberapa tahun kemudian, teknologi hp makin maju dan keluar hp berwarna lengkap dengan fitur kameranya. Pada musim hp berwarna, akhirnya saya diberikan kado ulang tahun dari mama saya, sebuah hp Nokia 6150, hp monocrome dengan bobot yang cukup berat plus antena. Kata teman-teman jika hp saya itu dilemparkan ke orang, orang itu pasti mati, karena bobotnya yang cukup berat, hahaha.

Mengapa kita senang “dibodohi” dengan sinetron? Coba saja renungkan. Mungkin sebagian pembaca sudah pernah ke ibu kota Indonesia, Jakarta. Kita tau kepadatan penduduk dan kendaraan di sana. Saya saja waktu ke Jakarta sangat sulit bisa bertemu dengan teman-teman dikarenakan jaraknya yang jauh dan macetnya yang minta ampun.
Iseng2 saya menanyakan ke beberapa guru di sekolah apakah mereka tahu tentang Ki Hajar Dewantara. Dan sungguh memprihatinkan sebagian besar guru muda hanya mengetahui sebagian kecil tentang Ki Hajar Dewantara.
Semboyan “Tut wuri handayani”, atau aslinya: ing ngarsa sung tulada, ing madya mangun karsa, tut wuri handayani. Arti dari semboyan ini adalah: tut wuri handayani (dari belakang seorang guru harus bisa memberikan dorongan dan arahan), ing madya mangun karsa (di tengah atau di antara murid, guru harus menciptakan prakarsa dan ide), dan ing ngarsa sung tulada (di depan, seorang pendidik harus memberi teladan atau contoh tindakan yang baik).
Hari ini tanggal 10 Oktober 2010, banyak orang memanfaatkan hari ini untuk






