<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Romy Steven J - Web Blog &#187; Umum</title>
	<atom:link href="http://www.romystevenj.com/category/umum/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://www.romystevenj.com</link>
	<description>Romy Steven J - Multi Tech Trainer - Makassar</description>
	<lastBuildDate>Sun, 05 Feb 2012 04:26:21 +0000</lastBuildDate>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.org/?v=3.3.1</generator>
		<item>
		<title>Teknologi di tangan anak bangsa</title>
		<link>http://www.romystevenj.com/2011/11/teknologi-di-tangan-anak-bangsa/</link>
		<comments>http://www.romystevenj.com/2011/11/teknologi-di-tangan-anak-bangsa/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 25 Nov 2011 06:05:32 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Romy Steven J</dc:creator>
				<category><![CDATA[Umum]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.romystevenj.com/?p=1304</guid>
		<description><![CDATA[2 Minggu yang lalu, suasana 18 kelas yang saya ajar berbeda, itu dikarenakan saya tidak mengajar seperti biasanya tetapi saya mempresentasikan satu materi yang sangat penting khususnya buat generasi muda. Judul presentasi saya adalah &#8220;Perkembangan Teknologi dan Informasi) Di awal presentasi, saya sudah memperlihatkan salah satu teknologi, di mana saya mengendalikan Power Point melalui HP [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: justify;">2 Minggu yang lalu, suasana 18 kelas yang saya ajar berbeda, itu dikarenakan saya tidak mengajar seperti biasanya tetapi saya mempresentasikan satu materi yang sangat penting khususnya buat generasi muda. Judul presentasi saya adalah &#8220;Perkembangan Teknologi dan Informasi)</p>
<p style="text-align: justify;">Di awal presentasi, saya sudah memperlihatkan salah satu teknologi, di mana saya mengendalikan Power Point melalui HP Nokia N70 saya, tidak menggunakan alat khusus, cukup sebuah HP dengan Bluetooth. Kemudian saya memperlihatkan gambar mobil patroli dari negera-negara maju, seperti mobil patroli dari Perancis, Jerman, Inggris dan lainnya. Dari segi kecanggihan, mobil patroli Indonesia masih tertinggal, mobil-mobil mereka telah dilengkapi GPS dan Internet.</p>
<p style="text-align: justify;"><img title="police gps" src="http://www.romystevenj.com/wp-content/uploads/2011/11/police-gps.jpg" alt="" width="461" height="308" align="right" />Salah satu siswa bertanya apakah internet di mobil patroli mereka bisa digunakan untuk update Status atau &#8220;berkicau&#8221; (Twitter)? Dan saya memberikan penjelasan bahwa salah satu kelebihan polisi di negara-negara tersebut adalah mereka sangat menjunjung tinggi kode etik tugas. Jadi walaupun bisa update status dari mobil mereka, tapi mereka tidak menyalahgunakan teknologi tersebut. Mereka menggunakan Internet di mobil hanya untuk memudahkan tugas mereka melacak dan memverifikasi penjahat atau berkomunikasi dengan kantor mereka.</p>
<p style="text-align: justify;">Slide selanjutnya saya memperlihatkan perkembangan media penyimpanan data yang juga perkembangannya sangat cepat. Dimulai dengan sebuah disket ukuran 5 1/2 inci dengan kapasitas hanya 720 KB, lalu berkembang ke disket 3 1/2 inci yang berkapasitas 1.2 MB. Ini memperlihatkan bahwa ukuran fisik disket semakin diperkecil namun kapasitasnya semakin besar, walaupun ukuran 1.2 MB sudah sangat tidak mencukupi untuk generasi sekarang, tapi pada waktu masanya, disket 1.2 MB yang paling banyak digunakan pengguna komputer.</p>
<p style="text-align: justify;"><span id="more-1304"></span>Setelah media disket, berkembang dengan keluarnya CD atau Compact Disk yang sudah sanggup menampung 720 MB data, dan generasi terakhir media penyimpanan data adalah Flashdisk dan Memory Card yang masih digunakan sampai sekarang, di mana ukuran kapasitasnya juga semkin hari semakin membesar. Kapasitas terbesar Flashdisk sampai tulisan ini saya buat adalah 256GB (Bisa dilihat di <a href="http://www.ebay.com/itm/GENUINE-Kingston-DT310-256GB-USB-Flash-Drive-Thumb-ReadyBoost-/280556140344?pt=AU_USB_Flash_Drives&amp;hash=item415272f738#ht_3509wt_1139">http://www.ebay.com/itm/GENUINE-Kingston-DT310-256GB-USB-Flash-Drive-Thumb-ReadyBoost-/280556140344?pt=AU_USB_Flash_Drives&amp;hash=item415272f738#ht_3509wt_1139</a>)</p>
<p style="text-align: justify;">Inilah bukti perkembangan teknologi, semakin kecil dan praktis tapi kapasitas semakin besar. Bahkan para ilmuwan sedang mengembangkan bagaimana nantinya kita tidak perlu lagi membawa flashdisk, tetapi cukup menyentuhkan jari pada komputer maka tubuh manusia akan berfungsi sebagai media penyimpanan data. Hal ini sangat menakjubkan bahkan hampir tidak masuk diakal, tapi itulah teknologi <img src='http://www.romystevenj.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' /> </p>
<p style="text-align: justify;">Slide selanjutnya menampilkan perkembangan media piringan cakram atau CD, dimulai dari Laser Disc yang ukuran diameternya sangat besar, lalu berkembang menjadi Compact Disc berkapasitas 720MB, lalu tahun 1996 muncul DVD (Digital Versatile Disc) yang bisa menampung data hingga 8GB, lalu muncul HD DVD (<a href="http://en.wikipedia.org/wiki/HD_DVD">http://en.wikipedia.org/wiki/HD_DVD</a>) yang sanggup menampung hingga 30GB data dan terakhir keluar Blue Ray (<a href="http://en.wikipedia.org/wiki/Blu-ray_Disc">http://en.wikipedia.org/wiki/Blu-ray_Disc</a>) yang bisa menyimpan hingga 128GB data). Ini memperlihatkan bahwa perkembangan teknologi dengan ukuran yang sama (CD, DVD, HD-DVD dan Blue Ray) tetapi kapasitasnya semakin besar.</p>
<p style="text-align: justify;">Slide selanjutnya memperlihatkan perkembangan Internet, kita semua tentu masih ingat betapa sulit dan mahalnya Internet di tahun 90-an. Salah satu akses internet yang bisa dibuka dari rumah adalah melalui koneksi Dial-Up Telkomnet Instan, saya masih ingat lagunya: &#8220;Kosong delapan kosong sembilan delapan sembilan empat kali&#8230;&#8221; Hahaha. Koneksinya hanya 36kbps, coba bandingkan dengan koneksi sekarang yang sudah menggunakan satuan Mbps <img src='http://www.romystevenj.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' /> </p>
<p style="text-align: justify;">Internet sendiri telah menghubungkan miliaran komputer dari seluruh dunia, beberapa tahun yang lalu, Internet hanya digunakan untuk email atau browsing beberapa situs saja, tapi sekarang, Internet telah banyak berkembang, bisa melihat dan menjelajahi bumi dengan aplikasi Google Earth (<a href="http://en.wikipedia.org/wiki/Google_earth">http://en.wikipedia.org/wiki/Google_earth</a>), bisa berteman dengan ribuan orang melalui situs jejaring sosial seperti Facebook (Skalian promo facebook saya di <a href="http://www.facebook.com/romystevenj">http://www.facebook.com/romystevenj</a>) bisa &#8220;berkicau&#8221; melalui Twitter (Follow me: @romystevenj hehe) dan masih banyak lagi.</p>
<p style="text-align: justify;">Di akhir presentasi, saya memutarkan beberapa video yang saya ambil dari Youtube, diantaranya video mengenai Nintendo Wii (http://www.youtube.com/watch?v=mCufArSg-SQ) di mana cara bermain gamenya sangat berbeda dengan game 10 tahun yang lalu, pemain hanya menggerakkan tubuh dan akan dideteksi oleh game. Juga video mengenai konsep Iphone 5 yang rencananya akan dibuat sangat tipis dan menggunakan keyboard virtual dan layar holographic.</p>
<p style="text-align: justify;">Juga beberapa video &#8220;konyol&#8221; seperti Ipad yang punya program khusus untuk kompor elektronik sehingga pengguna Ipad nantinya bisa memasak menggunakan Ipadnya (http://www.youtube.com/watch?v=826jZDyeGZA), hahaha. Semuanya aneh bahkan terlihat mustahil, tapi itulah teknologi.</p>
<p style="text-align: justify;">10 tahun yang lalu, orang menganggap mustahil kalau layar komputer bisa disentuh untuk menjalankan aplikasi, buktinya sekarang teknologi itu ada. 10 tahun yang lalu orang tidak menyangka kalau sekarang kita bisa saling melihat ketika menelepon dengan adanya teknologi Video Call.</p>
<p><img title="iphone5_concept" src="http://www.romystevenj.com/wp-content/uploads/2011/11/iphone5_concept.png" alt="" width="461" align="right" />Teknologi masa depan Indonesia ada di generasi muda bangsa ini. Jika generasi muda kita &#8220;Gaptek&#8221; maka percayalah, bangsa kita akan semakin tertinggal. Makanya sebagai seorang guru, saya sering meluangkan waktu untuk berbagi kepada anak-anak serta memberikan motivasi agar mereka bisa menjadi jagoan teknologi. Hanya saja, sistem pendidikan negara kita kurang mendukung hal tersebut, anak-anak usia SMA hanya disuguhkan dengan lebih dari 15 mata pelajaran yang pada akhirnya tidak terlalu mereka gunakan di hari depan. Sementara waktu untuk pengembangan diri sangat sedikit disediakan oleh sekolah.</p>
<p style="text-align: justify;">Jika bangsa Indonesia mau maju, sebaiknya menteri Pendidikan benar-benar bisa memperbaiki sistem pendidikan khususnya untuk jenjang SMA, karena di SMA lah tempat berkumpulnya generasi-generasi muda yang masih sangat produktif dan memiliki banyak ide, mereka harus diarahkan ke satu fokus yang bisa membuat mereka menjadi ahli. Selama ini, penjurusan di SMA hanya dibagi 3, IPA, IPS dan Bahasa. Ini adalah penjurusan yang tidak spesifik. Akankah SMA bisa menerapkan penjurusan yang lebih spesifik? Silahkan jawab sendiri <img src='http://www.romystevenj.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' /> </p>
<p style="text-align: justify;">Salam,</p>
<p style="text-align: justify;">Romy Steven J<br />
www.romystevenj.com</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.romystevenj.com/2011/11/teknologi-di-tangan-anak-bangsa/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Menulis blog lewat email</title>
		<link>http://www.romystevenj.com/2011/10/menulis-blog-lewat-email/</link>
		<comments>http://www.romystevenj.com/2011/10/menulis-blog-lewat-email/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 27 Oct 2011 13:15:43 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Romy Steven J</dc:creator>
				<category><![CDATA[Umum]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.romystevenj.com/?p=1141</guid>
		<description><![CDATA[Teknologi dan Informasi semakin berkembang, begitu pula dengan gadget yang terus menerus mengalami perkembangan. Blackberry salah satu contohnya, dengan menggunakan Blackberry, informasi email dapat diakses secara real time. Melalui tulisan ini saya sekalian ingin mencoba bagaimana kemudahan menulis sebuah tulisan yang otomatis tampil di blog ini hanya melalui gadget kecil saya Blackberry Huron 8830. Jika [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Teknologi dan Informasi semakin berkembang, begitu pula dengan gadget yang terus menerus mengalami perkembangan. Blackberry salah satu contohnya, dengan menggunakan Blackberry, informasi email dapat diakses secara real time.</p>
<p>Melalui tulisan ini saya sekalian ingin mencoba bagaimana kemudahan menulis sebuah tulisan yang otomatis tampil di blog ini hanya melalui gadget kecil saya Blackberry Huron 8830.</p>
<p>Jika pengunjung dapat membaca tulisan ini, artinya saya telah berhasil menghubungkan gadget kecil yang selalu di telapak tangan saya dengan blog saya ini sehingga untuk meng-update blog dengan tulisan baru sekarang bisa dari mana saja <img src='http://www.romystevenj.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' /> </p>
<div id="attachment_1142" class="wp-caption alignleft" style="width: 400px;"><a rel="attachment wp-att-1142" href="http://www.romystevenj.com/?attachment_id=1142"><img class="size-medium wp-image-1142" title="26022011018" alt="" src="http://www.romystevenj.com/wp-content/uploads/2011/10/26022011018-400x300.jpg" /> </a>
<p class="wp-caption-text"></p>
</div>
<p></p>
<p>Skalian saja saya coba upload gambar ya. Sent from my BlackBerry® via Smart 1x / EVDO Network. Smart.Hebat.Hemat.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.romystevenj.com/2011/10/menulis-blog-lewat-email/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Lagi-lagi operatorKU mengecewakan</title>
		<link>http://www.romystevenj.com/2011/06/lagi-lagi-operatorku-mengecewakan/</link>
		<comments>http://www.romystevenj.com/2011/06/lagi-lagi-operatorku-mengecewakan/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 01 Jun 2011 07:25:48 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Romy Steven J</dc:creator>
				<category><![CDATA[Umum]]></category>
		<category><![CDATA[grapari]]></category>
		<category><![CDATA[hilang]]></category>
		<category><![CDATA[pencurian]]></category>
		<category><![CDATA[pulsa]]></category>
		<category><![CDATA[raib]]></category>
		<category><![CDATA[telkomsel]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.romystevenj.com/?p=830</guid>
		<description><![CDATA[Baru saja minggu lalu ikut seminar yang diadakan oleh Telkomsel untuk guru-guru. Memperingati 100 Juta pelanggan Telkomsel. Tapi dengan jumlah pelanggan sebanyak itu, bagaimana dengan kualitas pelayanannya? Saya pengguna Telkomsel sudah lama, makanya pada tulisan ini saya menulis judulnya &#8220;operatorKU&#8221; (Huruf kapital pada kata KU menandakan kalau saya pelanggan lama Telkomsel) tetapi beberapa tahun terakhir [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: justify;">Baru saja minggu lalu ikut seminar yang diadakan oleh Telkomsel untuk guru-guru. Memperingati 100 Juta pelanggan Telkomsel. Tapi dengan jumlah pelanggan sebanyak itu, bagaimana dengan kualitas pelayanannya?</p>
<p style="text-align: justify;">Saya pengguna Telkomsel sudah lama, makanya pada tulisan ini saya menulis judulnya &#8220;operatorKU&#8221; (Huruf kapital pada kata KU menandakan kalau saya pelanggan lama Telkomsel) tetapi beberapa tahun terakhir ini saya mulai terganggu dengan beberapa kebijakan operator yang 65% sahamnya masih milik pemerintah Indonesia.</p>
<p style="text-align: justify;">Di akhir seminar motivasi guru yang diadakan Telkomsel, pak Lohjenawi Trinadi menyampaikan informasi bahwa kita harus bangga menggunakan operator milik pemerintah. Memang seharusnya bangga, tapi bagaimana mau bangga kalau pelayanannya sangat jauh dari yang kita harapkan.</p>
<p style="text-align: justify;">Pada tulisan saya sebelumnya berjudul <a href="http://www.romystevenj.com/2011/02/kebijakan-yang-merugikan/" target="_blank">Kebijakan yang merugikan</a>, saya membahas soal kebijakan Telkomsel yang menampilkan pesan &#8220;Keterbatasan kapasitas operator yg anda tuju menyebabkan SMS anda tdk terkirim. Silahkan diulangi kembali lain waktu&#8221; ketika kita mengirim SMS ke operator lain padahal tidak ada urusan dengan pelanggan mengenai keterbatasan itu karena pelanggan membayar untuk mengirim sms maka kewajiban operator adalah mengirim sms tersebut sampai ke tujuan.<span id="more-830"></span></p>
<p style="text-align: justify;">Hari ini, saya kembali menulis tulisan ini karena lagi-lagi kecewa dengan operator yang sudah bertahun-tahun saya gunakan.</p>
<p style="text-align: justify;"><img title="Balasan SMS 222 Telkosel setelah pengisian pulsa" src="http://www.romystevenj.com/wp-content/uploads/2011/06/Screenshot0020.jpg" alt="" width="176" height="208" align="right" />Tanggal 30 Mei 2011, saya mengisi KartuAS saya dengan pulsa Rp. 100.000 melalui fasilitas isi ulang kartu kredit BII. Seperti biasa, setelah saya mengisi ulang, sms dari 222 masuk dengan pesan &#8220;Terima kasih telah melakukan pengisian ulang sebesar 100000.00. Pulsa sekarang 101640.00 dan aktif s.d. 17/06/2011.&#8221;</p>
<p style="text-align: justify;">Saya tidak melakukan pengecekan ke *888# karena sudah menerima SMS dari 222 tadi. 2 hari setelah itu (1/6) saya mengirim SMS ke teman tetapi laporannya &#8220;Failed/Gagal&#8221;, lalu saya coba mengecek pulsa *888# dan tampil pesan &#8220;Sisa Pulsa Anda Rp.54. Penggunaan pulsa di periode ini Rp.52608. Aktif s.d. 17/06/2011.&#8221;</p>
<p style="text-align: justify;"><img title="Pengecekan pulsa *888# Telkosel setelah pengisian pulsa" src="http://www.romystevenj.com/wp-content/uploads/2011/06/Screenshot0019.jpg" alt="" width="176" height="208" align="right" />Saya kaget melihat pulsa saya tinggal 54 rupiah, sementara sebelum-sebelumnya saya biasanya isi pulsa 50.000 sudah bisa sampai 1 bulanan. Kali ini pulsa 100.000 raib hanya dalam 2 hari.</p>
<p style="text-align: justify;">Saya mencoba menelepon ke 116 melalui kartuAS, tetapi sama sekali tidak bisa terhubung, lalu saya coba menghubungi 111 dari kartuHalo saya dan bisa terhubung. Aneh kan, kartuHalo bisa, kartuAs ngak bisa, mungkin karena Telkomsel sudah menyerah dengan keluhan-keluhan pengguna kartuAs dan Simpati jadi layanan 116 nya ditutup diam-diam.</p>
<p style="text-align: justify;">Setelah terhubung dengan Caroline Telkomsel, saya menyampaikan keluhan saya, dan setelah dicek, memang benar saya telah melakukan pengisian pulsa Rp. 100.000 pada tanggal 30/5/2011 dengan serial 0011000057389xxx (Sengaja saya tutup buat alasan keamanan, hehe). Hanya saja Caroline tidak bisa memberikan informasi mengapa pulsa saya raib, maka hanya dibuatkan laporannya dan saya diminta menunggu 7&#215;24 jam. Wah, waktu yang sangat lama.</p>
<p style="text-align: justify;">Keluhan saya juga saya sampaikan melalui account Twitter @telkomsel dan @tselmakassar tetapi sampai tulisan ini saya buat, belum ada respon. Saya juga menulis status di Facebook dan beberapa teman memberikan komentar tentang pengalaman mereka &#8220;dirugikan&#8221; oleh operator yang punya 100 juta pelanggan. Silahkan dibaca komentar selengkapnya di FB saya <a href="http://www.facebook.com/romystevenj/posts/2098442778473">http://www.facebook.com/romystevenj/posts/2098442778473</a></p>
<p style="text-align: justify;">Sampai tulisan ini akan saya post, belum ada solusi apapun dari Telkomsel mengenai raibnya pulsa saya. Harapan saya, melalui tulisan ini, Telkomsel bisa meresponi dan memberikan solusi yang lebih cepat, jangan menyuruh pelanggan menunggu 7&#215;24 jam.</p>
<p style="text-align: justify;">Perkembangan selanjutnya atas masalah ini, akan terus saya update di tulisan ini. Dan buat teman-teman atau pembaca tulisan ini yang mau berbagi pengalaman, silahkan ditulis di komentar dan semoga bisa menjadi masukan buat Telkomsel.</p>
<p style="text-align: justify;">Catatan buat Telkomsel: Kami komplain bukan karena kami benci sama Telkomsel akan tetapi kami kecewa karena Telkomsel yang kami banggakan ternyata belum memberikan pelayanan yang baik buat pelanggan setianya. Telkomsel bangga dengan pencapaiannya 100 juta pelanggan, tapi bagaimana komentar 100 pelanggan itu tentang Telkomsel, menurut saya itu yang lebih penting. Jangan liat kuantitas tapi kualitas donk.</p>
<p style="text-align: justify;">Sekian, semoga dalam waktu dekat, Telkomsel bisa segera membalut kekecewaan para pelanggannya dengan semakin memperbaiki pelayanan dan kualitas.</p>
<p style="text-align: justify;">&nbsp;</p>
<p style="text-align: justify;">Salam,</p>
<p style="text-align: justify;">&nbsp;</p>
<p style="text-align: justify;">Romy Steven J</p>
<hr />
<p>Tambahan:</p>
<p>Baca tweet dari @faldyarief, bunyinya &#8220;Dgn hormat kpd @Telkomsel ,pulsa yg bru sy isi 200rb pd sbtu mlm lgsg lenyap dlm 5 mnt pdhl blm &#8230; http://tmi.me/aQGqv&#8221;</p>
<hr />
<p><span style="text-decoration: underline;"><strong>Tambahan, tanggal 6 Juni 2011</strong></span></p>
<p>Setelah berulang-ulang posting di twitter @telkomsel, @tselmakassar dan @tseljawabali.. Belum ada juga solusi apapun dari Telkomsel.</p>
<p>Saya coba menghubungi kembali 116 dan menanyakan perihal laporan saya per tanggal 2 Juni 2011, tetapi kata operatornya masih sementara dalam proses. Karena saya kurang yakin bahwa laporan saya akan ditanggapi, maka saya meminta operator membuat laporan kembali, dan saya menjelaskan lebih detail dengan satu keyakinan bahwa memang kesalahan dari Telkomsel.</p>
<p>Secara logika saja, saya mengisi pulsa 100.000, lalu tiba-tiba saya cek di *888# pulsa tingga 54rupiah, tetapi info lainnya &#8220;penggunaan pulsa diperiode ini 52.608&#8243;. Jelas aneh kan, seharusnya kalau memang saya menggunakan pulsa 100.000 hingga habis, maka seharusnya informasinya &#8220;penggunaan pulsa diperiode ini 100.ooo-an&#8221; ini koq cuma 50.000-an.</p>
<p>Setelah dicek beberapa saat, operator 116 membeikan informasi kalau pada tanggal 30/5 jam 19:57 pulsa saya tercatat di sistem 100.202 dan pada jam 23:48 tercatat 3.101. Tanpa ada keterangan kemana pulsa 97.101 saya. Maka ini sudah bukti kalau kesalahan ada pada sistem Telkomsel.</p>
<p>Jam 18:21, saya menerima email dari admin @tseljawabali (sebelumnya melalui Twitter saya dimintai alamat email) dan isi emailnya menjelaskan bahwa memang ada drop pulsa, kejadian massal di banyak MSISDN (saya juga diberikan printscreen catatan transaksi dari sistem), jelas terlihat bahwa tanggal 30/5/2011 jam 19:57:14 saya mengirim sms dan sisa pulsa 100.202, kemudian jam 23:48:23 sisa pulsa tinggal 3.101 tanpa ada keterangan penggunaan. Di akhir email, saya diminta ke Grapari untuk proses refund.</p>
<p><a href="http://www.romystevenj.com/wp-content/uploads/2011/06/Catatan-Pulsa-Hilang.jpg"><img title="Catatan Pulsa Hilang" src="http://www.romystevenj.com/wp-content/uploads/2011/06/Catatan-Pulsa-Hilang.jpg" alt="" width="500" /></a></p>
<p>Jelas saja menolak ke Grapari, sudah Telkomsel yang salah, malah saya sebagai pelanggan mau direpotkan lagi ke Grapari, pasti antri dan butuh waktu lagi. Jadi saya membalas email tersebut dan meminta agar diselesaikan secara sistem saja, tanpa saya harus ke Grapari segala.</p>
<p>Sampai tulisan tambahan ini saya buat, email saya belum dibalas lagi dan pulsa saya belum di refund.</p>
<p>Harapan saya, Telkomsel bisa bersikap profesional, sudah merugikan pelanggan, jangan merepotkan pelanggan lagi dengan cara disuruh datang ke Grapari. Selesaikanlah melalui sistem.</p>
<p>Tulisan saya ini akan terus saya update berdasarkan fakta agar dapat dilihat public dan menjadi masukan buat Telkomsel kedepannya.</p>
<hr />
<p><strong>Tambahan, tanggal 9 Juni 2011</strong></p>
<p><strong> </strong>Sampai hari ini belum ada tindak lanjut berarti dari pihak Telkomsel padahal saya sudah 2 kali isi pulsa 25.000, tapi pulsa saya yang 100.000 yang telah diakui Telkomsel sebagai kesalahan sistem, belum juga dikembalikan.</p>
<p>Males banget kalau mau mengingatkan Telkomsel selalu, mugkinkah ini cara Telkomsel melayani keluhan pelanggannya? Tidak ada tindak lanjut walaupun itu benar-benar kesalahan sistem mereka?</p>
<p>Saya coba membuat Twit otomatis yang ditujukan ke @telkomsel @tseljawabali dan @tselmakassar dengan isi twit, jumlah hari, jam dan menit sejak pulsa saya raib dan akan otomatis terkirim setiap jam pada menit ke 15 dan 45.</p>
<p>Saya juga mengirim kembali email ke admin Telkomsel Jawa Bali, karena belum mendapat balasan dari email saya sebelumnya.</p>
<p>Hari ini juga sudah hari ke 7 sejak laporan saya ke operator 116 Telkomsel, dimana ketika melapor, saya diminta menunggu 7&#215;24 jam. Ini sudah lewat, tapi tidak ada juga tindak lanjutnya.</p>
<hr />
<p><strong>Tanggal 9 Juni 2011</strong></p>
<p>Berkat program auti twit yg saya buat akhirnya ada respon dari @tselmakassar, mungkin karena sudah bosan liat twit saya yang muncul setiap stengah jam. Sempat berdebat juga dengan admin @tslmakassar, karena dengan mengatasnamakan SOP (Standatd Operating Procedure), saya disuruh melapor ke Grapari, saya tetap menolak karena masa pelanggan sdh dirugikan dengan raibnya pulsa lalu direpotkan lagi harus ke Grapari.  Lagian hilangnya pulsa karena sistem, maka seharusnya, pengembaliannya juga melalui sistem.</p>
<p>Menurut saya, kalau tenaga ahli ICT Telkomsel jago, pastilah mereka bisa membuat program yang mengatasi kesalahan sistem tersebut, sehingga semua pelanggan yang dirugikan bisa langsung terdeteksi dan dilakukan refund otomatis dari sistem Telkomsel. Maklum saya juga seorang programmer <img src='http://www.romystevenj.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' /> </p>
<p>Setelah saya jelaskan bahwa saya sudah melaksanankan komplain berdasarkan SOP yaitu dengan melapor ke 116, tapi belum ada tanggapan apapun setelah 9 hari, maka admin @tselmakassar akhirnya mengirimkan DM:</p>
<ul>
<li>oke, terima kasih, jika mmg sudah di komplain ke 116 pasti ada tiket ke kami, besok akan kami cek dan kabari</li>
</ul>
<p>Beberapa menit kemudian masuk lagi DM dari @tselmakassar, berikut beberapa DM yang masuk dari @tselmakassar:</p>
<ul>
<li>barusan kami cek memang bapak isi pulsa jam 15:22 pada tanggal 30/5 kemudian pulsa hilang di jam 23:12&#8230; kami sudah deteksi pak</li>
<li>besok kami akan liat siapa yg terima komplain bapak di 116, mohon sabar yah pak, soalnya kami baru buka twitter hari ini</li>
<li>tseljawabali bukan tidak lanjut, krn mungkin mereka merasa diluar wilayah mereka,sabar pak proses sdng berjalan,besok akan ditindak lanjuti</li>
<li>malam ini kami hanya bisa liat dan identifikasi saja, besok baru saya teruskan ke bagian recharge untuk di kembalikan pulsa bapak</li>
<li>trima kasih masukannya tentang profesionalitas, kami akan telusuri kenapa komlain bisa sampai 9 hari di 116, trima kasih</li>
</ul>
<p>Dari DM Twitter di atas, pertama, saya melihat bahwa masih ada kelemahan pada layanan after sales Telkomsel, khusunya untuk layanan 116. Karena laporan saya ke 116 belum diketahui oleh Telkomsel Makassar padahal sudah 9 hari setelah komplain. Kedua, komplain saya melalui Twitter ke @tseljawabali sempat ditanggapi dan saya dikirimkan detail percakapan melalui email, tetapi tetap pulsa tidak dikembalikan. Mereka cuma mengakui bahwa memang ada kesalahan sistem. Jadi kayaknya komplain melaui 116 harus dibarengi dengan komplain melalui SocMed seperti Twitter supaya bisa mendapat perhatian (Walaupun sebenarnya kurang bagus, tapi daripada tidak ditindaklanjuti)</p>
<p>Saya hanya berharap benar-benar ada tindak lanjut khususnya dari @tselmakassar karena telah meyakinkan saya melalui DM bahwa komplain saya akan ditindaklanjuti besok.</p>
<hr />
<p><strong>Tanggal 10 Juni 2011</strong></p>
<p>Jam 11:30 saya menerima telepon dari nomor 082188118xxx yang menjelaskan bahwa pulsa saya telah dikembalikan, dan saya diminta untuk mengecek kembali. Setelah itu saya cek di *888# dan memang pulsa saya telah bertambah  100 ribuan, anehnya di informasi *888# tertulis: Penggunaan pulsa di periode ini Rp. -20085.&#8221; (Perhatikan tanda Minusnya,, haha)</p>
<p>Jam 21:42 saya menerima DM dari @tselmakassar: Pulsa anda telah diganti dan masuk kira² 45 menit yg lalu sejumlah 100rb.</p>
<p>Dengan demikian, saya menutup kasus raibnya pulsa saya ini dan semoga Telkomsel bisa lebih profesional kedepannya dan bertanggungjawab penuh atas kesalahan sistem yang terjadi.</p>
<p>*) Auto twit ke @telkomsel @tseljawabali dan @tselmakassar saya hentikan setelah pulsa saya dikembalikan.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.romystevenj.com/2011/06/lagi-lagi-operatorku-mengecewakan/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>5</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Lomba robotika se-Indonesia &#8220;Robotic Day&#8221; SMAN 28 Jakarta</title>
		<link>http://www.romystevenj.com/2011/05/lomba-robotika-se-indonesia-robotic-day-sman-28-jakarta/</link>
		<comments>http://www.romystevenj.com/2011/05/lomba-robotika-se-indonesia-robotic-day-sman-28-jakarta/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 24 May 2011 03:24:53 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Romy Steven J</dc:creator>
				<category><![CDATA[Umum]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.romystevenj.com/?p=826</guid>
		<description><![CDATA[Bulan lalu, sekolah mendapat undangan acara lomba robotika dari SMAN 28 Jakarta. Awalnya saya tidak meresponi kegiatan tersebut dikarenakan pengalaman dari kepala sekolah yang lama, beliau tidak terlalu mendukung kegiatan seperti itu. Namun memang benar bahwa lain pemimpin, lain juga kebijakannya. Pak Herman Hading, yang dipindahkan dari kepala sekolah SMA Negeri 1 menjadi kepala sekolah [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: justify;"><a class="fb-photo" href="http://www.romystevenj.com/foto/tim-robotika-site-com-at-robotic-day/?photo=14"><img align="right" src="http://a6.sphotos.ak.fbcdn.net/hphotos-ak-ash4/230155_2078639683408_1167495450_32526140_6639229_n.jpg" alt="" width="300" height="225" /></a>Bulan lalu, sekolah mendapat undangan acara lomba robotika dari SMAN 28 Jakarta. Awalnya saya tidak meresponi kegiatan tersebut dikarenakan pengalaman dari kepala sekolah yang lama, beliau tidak terlalu mendukung kegiatan seperti itu.</p>
<p style="text-align: justify;">Namun memang benar bahwa lain pemimpin, lain juga kebijakannya. Pak Herman Hading, yang dipindahkan dari kepala sekolah SMA Negeri 1 menjadi kepala sekolah SMA Negeri 2 sejak 2 bulan lalu ternyata mempunyai kebijakan yang sangat jauh berbeda, beliau sangat mendukung kegiatan robotika ini.</p>
<p style="text-align: justify;"><span id="more-826"></span>Ketika saya memperbaiki komputer di ruang kerjanya, pak Herman menanyakan soal disposisi surat robotika itu, dan dia meminta saya untuk menindaklanjuti. Setelah keluar dari ruangannya, saya langsung menyampaikan ke anak-anak bahwa kepala sekolah mendukung tim robotika SITe.Com untuk ikut berkompetisi di ajang Robotic Day SMAN 28 Jakarta.</p>
<p style="text-align: justify;">Persiapanpun mulai dilakukan, kami membagi 3 tim dan semuanya semangat mengerjakan robot buatan mereka sendiri. Pulang sekolah, anak-anak mengerjakan robot mereka di lab komputer, terkadang sampai jam 8 malam.</p>
<p style="text-align: justify;">Kurang 4 hari dari hari H, kendala pun mulai timbul yaitu masalah biaya. Sekolah telah membayarkan uang pendaftaran dan kepala sekolah telah menghubungi Pemerintah Kota agar diberikan fasilitas Mess Makassar yang ada di Jakarta.</p>
<p style="text-align: justify;">Bantuan dari donatur sangat jauh dari yang di harapkan, namun kami tetap bersyukur dan berterima kasih pada donatur yang telah membantu. Akhirnya diputuskan untuk pembiayaan tiket ditanggung oleh masing-masing anak.</p>
<p style="text-align: justify;">Kamis, tanggal 19 Mei 2011 kami berangkat, 7 orang siswa dan 2 pembina termasuk saya. Kami berangkat dengan menggunakan pesawat Sriwijaya Air (Lumayan dapat kue 3 potong dan minuman,, hehe)</p>
<p style="text-align: justify;">Tiba di Jakarta, tidak ada yang menjemput. Sementara info yang diberikan oleh Pemkot Makassar bahwa kami diberikan fasilitas Mess dan Transportasi. Kami cukup kecewa karena fasilitas dari Pemkot tidak seperti yang kami harapkan sementara kami satu-satunya tim ya</p>
<p style="text-align: justify;">ng mewakili pulau Sulawesi dan kota Makassar.</p>
<p style="text-align: justify;">Sebagai pembina, saya harus mempunyai inisiatif, kami kan sudah tiba di Jakarta. Maka saya mencoba mencari taxi dan karena jumlah kami 9 orang, maka kami mengambil taxi APV dengan biaya 300 ribu dari bandara sampai ke tujuan di Mess Pemkot Makassar, Jl. Kwitang 1H No. 3 Jakarta Pusat.</p>
<p style="text-align: justify;">Sesampainya di Mess, kami disiapkan 2 kamar. 1 kamar ukuran kecil untuk 2 orang perempuan dan 1 kamar bansal untuk  semua laki-laki. Lagi-lagi kami mendapatkan fasilitas yang kurang baik, AC di kamar bansal rusak dan suhu sangat panas. Minta kipas angin juga ngak ada, jendela juga tidak bisa dibuka. Hmm,, lagi-lagi kami (yang laki-laki) harus menerima keaadaan kalau kami harus tidur sambil kepanasan dan berkeringat di Mess Pemerintah kota asal kami.</p>
<p style="text-align: justify;">Jumat, 20 Mei 2011 kami akan ke lokasi lomba yaitu di SMA Negeri 28 Jakarta Selatan. Lagi-lagi karena tidak ada fasilitastransportasi maka kami harus naik busway menuju ke lokasi. Jika dilihat di peta, jarak Mess Pemkot Makassar dengan SMAN 28 itu sangat jauh, kami menggunakan busway saja memerlukan waktu 2 jam.</p>
<p><img align="right" src="http://a8.sphotos.ak.fbcdn.net/hphotos-ak-snc6/227838_2078646083568_1167495450_32526157_1232342_n.jpg" alt="" width="300" /></p>
<p style="text-align: justify;">Sesampainya di SMAN 28, kami di sambut oleh panitia dan kami dipersilahkan melihat-lihat ruang robotika mereka. Setelah itu, kami makan siang di kantin SMAN 28. Panitia menawarkan agar kami pindah ke penginapan yang telah disediakan. Setelah bermusyawarah dengan anak-anak, maka kami putuskan untuk besok (Sabtu) kami pindah ke penginapan Graha Wisata Ragunan. Keuntungan jika bergabung di penginapan, kami mendapatkan fasilitas antar jemput dan juga citytour bersama.</p>
<p style="text-align: justify;">Setelah menyelesaikan registrasi ulang, kami kembali ke Mess Pemkot Makassar menggunakan busway lagi. Sesampainya di Mess, AC di kamar bansal sudah diperbaiki (Soalnya saya sempat komplain sebelum pergi, hehe).</p>
<p style="text-align: justify;">Malamnya, 1 orang pelatih (Muh. Akil) dan 1 orang siswa (Fachri) &#8220;hilang&#8221;, sayapun tidak tau mereka ke mana, beberapa menit kemudian 1 siswa lagi juga ikutan &#8220;hilang&#8221; (La Ode). Hampir saja saya lapor polisi, tetapi beberapa anak yang lain mengatakan kalau mereka pasti ke Monas diam-diam. Maka saya juga mengajak anak-anak yang lain (Saiful, Dhani, Anis, Pusapa dan Adi) ke Monas juga. Jarak Monas dari Mess tidak terlalu jauh, jalan kaki juga bisa, tapi untuk membuat anak-anak tetap semangat dan tidak capek, saya coba-coba menawar Bajaj, dan akhirnya kami naik Bajaj. Bisa Anda bayangkan, 1 bajaj di naiki 6 orang + 1 supir bajajnya,, haha.. Pengalaman menarik kan.</p>
<p style="text-align: justify;"><a class="fb-photo" href="http://www.romystevenj.com/foto/tim-robotika-site-com-at-robotic-day/?photo=8"><img align="right" src="http://a1.sphotos.ak.fbcdn.net/hphotos-ak-snc6/247674_2078638003366_1167495450_32526133_7840216_n.jpg" alt="" width="300" /></a> Sesampainya di Monas, kami foto-foto dan menikmati suasana malam hari di lapangan Monumen Nasional yang katanya menjadi iconnya ibukota. Beberapa jam kami tidak bertemu dengan anak-anak yang &#8220;hilang&#8221; tadi dan kami pun pulang, lagi-lagi menggunakan bajaj. Tapi kalo ongkos perginya 15.000, sekarang kami tawar jadi 10.000, haha.</p>
<p style="text-align: justify;">Sesampainya di Mess, kami beristirahat dan tidak lama anak-anak yang &#8220;hilang&#8221;pun kembali, ternyata mereka juga ke Monas tapi masuk dari pintu gerbang lain. Hahaha.</p>
<p style="text-align: justify;">Sabtu, 21 Mei 2011. Pagi-pagi kami sudah siap-siap pindah membawa semua barang. Saya pamit ke penjaga Mess dan ternyata informasi kalau kami menginap gratis tidak sampai ke penjaganya, sehingga saya harus meyakinkan kalau memang kami tidak tahu kalau harus bayar. Kami juga berterima kasih kepada salah satu orang tua siswa dari Makassar yang juga nginap di Mess itu, karena telah membantu dan kami juga diberikan dana untuk transportasi.</p>
<p style="text-align: justify;">Melihat keadaan yang tidak memungkinkan untuk naik busway dengan banyak barang, maka saya mencoba menawar taxi, dan kami menggunakan 2 taxi menuju ke SMAN 28 dengan biaya 60.000 per taxi.</p>
<p style="text-align: justify;">Sampai di lokasi lomba, acara pembukaan segera dimulai. Masing-masing tim mempersiapkan diri, hari Sabtu adalah lomba untuk tim Maze Solving SMA. Untuk lomba ini, kami tidak bisa terlalu banyak mengambil gambar karena panitia membuat batasan dengan jarak yang sangat jauh dari arena. Lomba dimulai dan para pembina mengikuti seminar dan workshop.</p>
<p style="text-align: justify;">Jam 3, acara citytour yang merupakan paket dari penginapan dimulai. Kami dibawa ke Rumah Robot Indonesia di Thambrin City dan ke Monas. Di Monas, panitia membagikan makanan dan setelah makan, kami hanya duduk-duduk, ada juga yang membeli oleh-oleh.</p>
<p style="text-align: justify;">Selesai citytour, kami kembali ke penginapan. 1 kamar berisi 3 ranjang susun 2. Tidur pulas karena ACnya yang sangat dingin. Namun beberapa anak dan pelatihnya mengerjakan robot Transporter yang akan diperlombakan besok (Minggu).</p>
<p style="text-align: justify;">Minggu, 22 Mei 2011. Kami kembali ke lokasi lomba SMAN 28 Jakarta dengan diantar mobil yang telah disiapkan panitia. Lomba Transporter dimulai sementara yang lainnya ikut seminar Internet Sehat dari Depkominfo.</p>
<p style="text-align: justify;">Sore harinya, kami kembali ke penginapan dan siap-siap untuk acara malam penganugrahan dan pengumuman lomba.</p>
<p style="text-align: justify;">Acara malam penganugrahan diawali dengan makan malam bersama dan juga dihadiri oleh beberapa perwakilan dari Depkominfo dan perwakilan dari Menristek.</p>
<p style="text-align: justify;">Pengumuman pun dibacakan, dari 2 jenis lomba yang diikuti, tim kami belum bisa mendapakan juara, akan tetapi panitia ternyata mempersiapkan 1 jenis penghargaan untuk robot unik yang dibuat sendiri. Dan penghargaan &#8220;Technical Award&#8221; tersebut diberikan kepada salah satu tim Maze Solving kami.</p>
<p style="text-align: justify;">Malam hari kami kembali ke penginapan dan mempersiapkan barang-barang kami karena kami kembali ke Makassar dengan pesawat jam 3 subuh.</p>
<p style="text-align: justify;">Kami sudah berusaha, tetapi belum bisa menjadi juara, karena lawan-lawan kami sudah sering mengikuti lomba robotika sampai tingkat Internasional. Namun mendapatkan penghargaan &#8220;Technical Award&#8221; sudah merupakan prestasi yang membanggakan. Dari beberapa Provinsi yang ikut, hanya kami, tim Robotika SITe.Com dari SMA Negeri 2 Makassar yang memperoleh penghargaan tersebut.</p>
<p style="text-align: justify;">Kami wakil dari Makassar, kami wakil dari Sulawesi Selatan bahkan kami wakil pulau Sulawesi. Hanya saja perhatian dari pemerintah masih kurang, seharusnya pemerintah Kota maupun pemerintah Provinsi bisa lebih mendukung tim yang mewakili kota maupun Provinsi yang ikut dalam lomba tingkat Nasional.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.romystevenj.com/2011/05/lomba-robotika-se-indonesia-robotic-day-sman-28-jakarta/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Kebijakan yang merugikan</title>
		<link>http://www.romystevenj.com/2011/02/kebijakan-yang-merugikan/</link>
		<comments>http://www.romystevenj.com/2011/02/kebijakan-yang-merugikan/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 27 Feb 2011 05:26:16 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Romy Steven J</dc:creator>
				<category><![CDATA[Umum]]></category>
		<category><![CDATA[IM3]]></category>
		<category><![CDATA[sms]]></category>
		<category><![CDATA[telkomsel]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.romystevenj.com/?p=711</guid>
		<description><![CDATA[Sebagai konsumen atau pelanggan salah satu operator seluler, saya merasa kesal juga dengan &#8220;kebijakan&#8221; yang diambil oleh operator-operator tanah air demi mendapatkan pasar dan memperbanyak pelanggan mereka. Salah satu hal yang cukup mengganggu adalah ketika saya mengirim sms ke operator lain, setelah dikirim beberapa detik masuk pesan &#8220;Keterbatasan kapasitas operator yg anda tuju menyebabkan SMS [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><img class="alignright size-full wp-image-712" title="Pesan Keterbatasan Operator Telkomsel" src="http://www.romystevenj.com/wp-content/uploads/2011/02/Pesan-Keterbatasan-Operator-Telkomsel.jpg" alt="" width="176" height="208" align="right" /></p>
<p style="text-align: justify;">Sebagai konsumen atau pelanggan salah satu operator seluler, saya merasa kesal juga dengan &#8220;kebijakan&#8221; yang diambil oleh operator-operator tanah air demi mendapatkan pasar dan memperbanyak pelanggan mereka.</p>
<p style="text-align: justify;">Salah satu hal yang cukup mengganggu adalah ketika saya mengirim sms ke operator lain, setelah dikirim beberapa detik masuk pesan &#8220;Keterbatasan kapasitas operator yg anda tuju menyebabkan SMS anda tdk terkirim. Silahkan diulangi kembali lain waktu&#8221; dengan identitas pengirim yang sangat jelas yaitu TELKOMSEL.<span id="more-711"></span></p>
<p style="text-align: justify;">Saya menjadi bertanya-tanya bukankah ini salah satu bentuk &#8220;kecurangan&#8221; karena sebagai pelanggan, sebenarnya saya tidak ada urusan dengan keterbatasan tersebut, itu merupakan kewajiban operator untuk mengirim sms saya sampai ke nomor tujuan tepat waktu.</p>
<p style="text-align: justify;">Menurut saya, semua pelanggan mengirim sms dengan satu keinginan yang sama yaitu, sms tersebut sampai ditujuan tepat waktu. Tapi koq malah ada sms seperti itu. Pelanggan mengirim sms kan bayar, tidak gratis.</p>
<p style="text-align: justify;">Anehnya lagi, sms tersebut dikirim sebagai sms flash yang hanya tampil dilayar, setelah pelanggan menekan tombol, sms itu hilang (tidak otomatis tersimpan di inbox). Apa maksudnya? Meskipun ada menu untuk menyimpan ke Inbox tapi kebanyakan (kebiasaan) pengguna hp adalah menekan tombol back (kembali). Makanya saya sudah menyimpan sms tersebut dan juga dengan aplikasi Screen Capture, saya menyimpannya menjadi format gambar agar bisa dengan jelas dilihat di blog saya ini.</p>
<p style="text-align: justify;">Mungkin ini dikarenakan kebijakan-kebijakan operator yang memberi tarif murah bahkan gratis, sehingga pelanggan yang membayar pun kena dampaknya.</p>
<p style="text-align: justify;">Saya tidak tahu sampai kapan hal seperti ini bisa berakhir. Masukan saya untuk operator-operator tanah air adalah jangan terlalu &#8220;rakus&#8221; mengejar jumlah pelanggan sehingga pelanggan lama dirugikan. Penambahan jumlah pelanggan harus diimbangi dengan kapasitas yang memadai sehingga pelanggan lama pun tidak dirugikan.</p>
<p style="text-align: justify;">Sebagai pengajar IT di salah satu sekolah unggulan di Makassar, saya sudah melihat dengan mata kepala sendiri bagaimana para operator-operator menjual bahkan membagi-bagikan nomor perdana ke ratusan siswa, tapi pada kenyataannya, setelah pulsa kartu perdana itu habis, mereka tidak menggunakannya lagi. Jadi apakah itu bisa dikatakan sebagai pelanggan baru? Yang hanya memakai beberapa hari? Lalu bagaimana dengan pelanggan lama yang merasakan dampak kepadatan jaringan karena banyaknya nomor baru yang hanya sekali pakai.</p>
<p style="text-align: justify;">Bukan cuma Telkomsel, tapi juga Indosat dengan produk IM3 nya yang terus mengeluarkan nomor baru sehingga sms IM3 yang dikirim hari ini, tibanya bisa besok, lusa bahkan ada yang tidak sampai-sampai ditujuan.</p>
<p style="text-align: justify;">Semoga saja dengan tulisan saya ini, operator-operator di Indonesia bisa lebih bijak dalam bersaing dan tetap menjaga kualitas layanan.</p>
<div style="padding:7px; display: block; margin-left: auto; margin-right: auto; text-align: center;"><script type="text/javascript">
    	google_ad_client = "pub-6886851277227620"; 
    	google_ad_channel ="";
    	google_ad_width = 728; google_ad_height = 90;
		google_ad_format = "728x90_as"; google_ad_type = "text_image";
		google_color_border = "FFFFFF";
		google_color_link = "0000FF";
		google_color_text = "000000";
		google_color_bg = "FFFFFF";
		google_color_url = "008000"; 
		</script>
		<script type="text/javascript" src="http://pagead2.googlesyndication.com/pagead/show_ads.js"></script></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.romystevenj.com/2011/02/kebijakan-yang-merugikan/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>1 Pembina, 3 Ketua</title>
		<link>http://www.romystevenj.com/2010/10/1-pembina-3-ketua/</link>
		<comments>http://www.romystevenj.com/2010/10/1-pembina-3-ketua/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 21 Oct 2010 13:54:51 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Romy Steven J</dc:creator>
				<category><![CDATA[Motivasi]]></category>
		<category><![CDATA[Smada]]></category>
		<category><![CDATA[Umum]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.romystevenj.com/?p=689</guid>
		<description><![CDATA[Membina sebuah organisasi bukan hal yang mudah, jika mau jadi pembina yang pasif sih mudah, tiap bulan dapat honor pembina tapi jarang bahkan tidak pernah mengurusi organisasi yang dibina. Tapi buat saya, bukan masalah honornya, lagian nilai honor bulanannya tidak seberapa, malahan sering kali uang pribadi yang saya pakai untuk urusan organisasi ini. Karena buat [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: justify;">Membina sebuah organisasi bukan hal yang mudah, jika mau jadi pembina yang pasif sih mudah, tiap bulan dapat honor pembina tapi jarang bahkan tidak pernah mengurusi organisasi yang dibina. Tapi buat saya, bukan masalah honornya, lagian nilai honor bulanannya tidak seberapa, malahan sering kali uang pribadi yang saya pakai untuk urusan organisasi ini. Karena buat saya, membina sebuah organisasi, apalagi organisasi yang isinya anak-anak SMA adalah sebuah perjalanan yang unik.</p>
<p style="text-align: justify;">Namanya saja organisasi, pastilah dibumbuhi dengan konflik, masalah, dan sejenisnya. Apalagi yang menjadi ketua maupun pengurus dan anggotanya masih anak-anak umur 18 tahun ke bawah, haha. Bahkan cerita cinta dalam organisai pun sudah beberapa kali terjadi, dan yang parahnya kalo cinta mereka kandas, wah bisa berdampak buat organisasi. Tapi inilah tugas seorang pembina, menyeimbangkan organisasi <img src='http://www.romystevenj.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' /> </p>
<p style="text-align: justify;"><strong>Ketua=Pemimpin</strong></p>
<p style="text-align: justify;"><img title="leadership" src="http://www.romystevenj.com/wp-content/uploads/2010/10/leadership.jpg" alt="" width="280" height="221" align="right" />Berbicara masalah ketua tidak lepas dari kepemimpinan. Hanya saja, masing-masing orang punya pengertian berbeda tentang kepemimpinan. Tapi buat saya, pemimpin itu adalah orang yang bisa menjadi teladan dan ditiru oleh orang-orang yang dipimpinnya. Pemimpin bukanlah bos yang hanya tahu memerintah sementara dia sendiri tidak bisa melakukan apa yang diperintahkannya dan seorang pemimpin tidak pernah berpikir untuk memanfaatkan jabatannya untuk memperoleh keuntungan pribadi.</p>
<p style="text-align: justify;">Pemimpin sejati adalah seorang pemberi semangat (encourager), motivator, inspirator, dan maximizer. Konsep pemikiran seperti ini adalah sesuatu yang baru dan mungkin tidak bisa diterima oleh para pemimpin konvensional yang justru mengharapkan penghormatan dan pujian (honor and praise) dari mereka yang dipimpinnya. Semakin dipuji bahkan dikultuskan, semakin tinggi hati dan lupa dirilah seorang pemimpin. Justru kepemimpinan sejati adalah kepemimpinan yang didasarkan pada kerendahan hati (humble).</p>
<p style="text-align: justify;"><span id="more-689"></span>Seorang pemimpin harus bisa membaca keadaan dan mempelajari karakter orang-orang yang dipimpinnya untuk mewaspadai masalah-masalah yang mungkin ditimbulkan oleh orang dalam sendiri (musuh dalam selimut). Seorang pemimpin harus bisa menjangkau dan memahami setiap anggotanya serta memberikan pengaruh positif untuk orang-orang yang dipimpinnya.</p>
<p style="text-align: justify;">Menerima dan membuka diri untuk kritik dan masukan adalah salah satu ciri pemimpin sejati. Bukan berarti semua kritik dan masukan diterima begitu saja, akan tetapi semuanya ditampung, disaring dan direnungkan, ambil positifnya dan buang negatifnya. Tidak ditolak mentah-mentah atau diperdebatkan.</p>
<p style="text-align: justify;">Pada dasarnya, pemimpin tidak perlu banyak bekerja, tapi tidak perlu juga banyak memerintah. Cukup menunjukkan sikap yang peduli kepada orang yang dipimpinnya dan ada saat di mana seorang pemimpin memberikan contoh langsung kepada orang-orang yang dipimpinnya.</p>
<p style="text-align: justify;">Selama menjadi pembina, saya sudah melihat 3 ketua terpilih dengan gaya kepemimpinan mereka masing-masing. Menurut saya, mereka semuanya berhasil menjadi pemimpin walaupun ada beberapa kekeliruan yang sempat mereka lakukan, hal tersebut dapat saya maklumi karena pemimpin juga adalah manusia yang tidak luput dari kesalahan <img src='http://www.romystevenj.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' /> </p>
<p style="text-align: justify;">Ketua yang pertama sudah lulus dan kuliah di STAN, dia punya cita-cita menjadi menteri keuangan. Yang kedua sudah menjadi pemimpin organisasi yang lebih besar. Dan yang ketiga sedang menjabat dan sedang belajar untuk menjadi pemimpin yang baik.</p>
<p style="text-align: justify;">Sebagai pembina, saya belajar banyak hal dan selalu berusaha memberikan masukan, arahan dan motivasi kepada ketua terpilih agar mereka menjadi benar-benar pemimpin. Saya tidak mau mencampuri terlalu jauh kebijakan-kebijakan yang dibuat oleh ketua terpilih, dengan demikian mereka bisa benar-benar belajar bagaimana menjadi seorang pemimpin. Saya hanya memberikan masukan dan pendapat, selanjutnya mereka yang putuskan, dengan demikian mereka bisa belajar mempertanggungjawabkan apa yang mereka putuskan.</p>
<p style="text-align: justify;">Peranan seorang pembina cukup besar dalam pembentukan karakter pemimpin. Saya melihat ada pembina yang sangat cuek sampai pembina yang mau mengatur segala sesuatunya sampai menggunakan posisinya untuk melakukan hal-hal yang sebenarnya bertentangan dengan aturan organisasi itu sendiri. Mengintervensi kebijakan-kebijakan yang seharusnya menjadi bagian pengurus organisasi sehingga pertanggunjawabannya menjadi kacau, karena pembina yang memutuskan tapi ketua dan pengurus yang mempertanggungjawabkan.</p>
<p style="text-align: justify;">Sadar atau tidak inilah kenyataan yang terjadi. Ada organisasi yang menerima anggota sebanyak-banyaknya ada juga yang bisa masuk asal ada deal khusus dengan pembinanya.</p>
<p style="text-align: justify;">Saya teringat ada 1 siswa yang ingin bergabung dengan organisasi yang saya bina akan tetapi penerimaan sudah ditutup. Anak ini adalah keponakan salah satu guru. Waktu itu, ketua menyampaikan ke saya apakah diterima atau tidak, saya hanya mengingatkan dasar organisasi ini dibentuk, bukan untuk mendapatkan anggota sebanyak-banyaknya akan tetapi memaksimalkan anggota-anggota yang memiliki potensi. Akhirnya, ketua memutuskan untuk menunda penerimaan siswa tersebut dan saya melihat itu adalah keputusan yang tepat yang diputuskan sendiri oleh pengurus tanpa intervensi dari saya selaku pembina.</p>
<p style="text-align: justify;">Akhirnya, saya hanya mau membagikan kembali sebuah tulisan mengenai perbedaan antara seorang bos dan seorang pemimpin.</p>
<p><strong>Apakah perbedaan antara pemimpin dengan boss?</strong></p>
<p>Di bawah ini adalah perbandingan yang diberikan oleh Gordon Selfridge antara orang yang bertipe pemimpin dan orang yang bertipe boss.</p>
<p>Seorang boss mempekerjakan bawahannya;<br />
Tetapi seorang pemimpin mengilhami mereka,</p>
<p>Seorang boss mengandalkan kekuasaannya;<br />
Tetapi seorang pemimpin mengandalkan kemauan baik.</p>
<p>Seorang boss menimbulkan ketakutan;<br />
Tetapi seorang pemimpin memancarkan kasih dan damai.</p>
<p>Seorang boss mengatakan ‘aku’;<br />
Tetapi seorang pemimpin mengatakan ‘kita’.</p>
<p>Seorang boss menunjukkan siapa yang bersalah;<br />
Tetapi seorang pemimpin menunjukkan apa yang salah.</p>
<p>Seorang boss tahu bagaimana sesuatu dikerjakan’<br />
Tetapi seorang pemimpin tahu bagaimana mengerjakannya.</p>
<p>Seorang boss menuntut rasa hormat;<br />
Tetapi seorang pemimpin membangkitkan rasa hormat;</p>
<p>Seorang boss berkata, ‘Pergi!’;<br />
Tetapi seorang pemimpin berkata, ‘Mari kita pergi!’</p>
<p>Maka jadilah seorang pemimpin, dan bukan seorang boss</p>
<p>Salam sukses 2010 be MORE than a WINNER</p>
<p>Original wrote by: Romy Steven J</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.romystevenj.com/2010/10/1-pembina-3-ketua/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Menjadi Pembina</title>
		<link>http://www.romystevenj.com/2010/10/menjadi-pembina/</link>
		<comments>http://www.romystevenj.com/2010/10/menjadi-pembina/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 21 Oct 2010 11:56:27 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Romy Steven J</dc:creator>
				<category><![CDATA[Umum]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.romystevenj.com/?p=682</guid>
		<description><![CDATA[Di sekolah selain mengajar, saya juga menjadi pembina salah satu organisasi. Total organisasi yang ada kurang lebih 13. Banyak hal yang saya pelajari selama menjadi pembina, dan sampai tulisan ini saya buat sudah ada 3 ketua organisasi yang saya bawahi. Tentu saja semua memiliki kelebihan dan kekurangan serta style masing-masing. Hari ini, tiba-tiba ada rapat [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: justify;">Di sekolah selain mengajar, saya juga menjadi pembina salah satu organisasi. Total organisasi yang ada kurang lebih 13. Banyak hal yang saya pelajari selama menjadi pembina, dan sampai tulisan ini saya buat sudah ada 3 ketua organisasi yang saya bawahi. Tentu saja semua memiliki kelebihan dan kekurangan serta style masing-masing.</p>
<p style="text-align: justify;">Hari ini, tiba-tiba ada rapat mendadak karena adanya aspirasi yang ingin disampaikan oleh beberapa anggota yang merasa kurang puas dengan kinerja pengurus. Ketika mendengar hal ini, sebagai pembina saya tertarik untuk ikut mendengarkan aspirasi mereka.</p>
<p style="text-align: justify;">Awalnya &#8220;pendemo&#8221; masih ragu-ragu menyampaikan aspirasi mereka, tetapi setelah saya sebagai pembina mengatakan bahwa saya sangat mendukung gerakan mereka untuk kemajuan bersama, maka uneg-uneg mereka pun diungkapkan satu per satu.</p>
<p style="text-align: justify;">Sebenarnya sebagai pembina, saya sudah membaca beberapa masalah internal yang ada maka saya pun mendukung rapat dadakan ini yang mungkin lebih tepatnya disebut sebagai rapat rekonsiliasi <img src='http://www.romystevenj.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' /> </p>
<p style="text-align: justify;">Akhirnya aspirasi mereka diungkapkan dan pengurus baru pun menerima input mereka dengan baik, memang sempat terjadi beberapa pembelaan diri masing-masing kubu akan tetapi saya menegaskan bahwa rapat ini bukanlah untuk mencari siapa yang benar dan siapa yang salah akan tetapi bagaimana solusi untuk kedepannya.</p>
<p style="text-align: justify;"><span id="more-682"></span>Ternyata setelah saya mendengar aspirasi baik dari anggota maupun dari pengurus maka saya menemukan ternyata masalah yang ada sekarang semuanya bermula dari hal-hal yang kecil dan keliatannya sepele akan tetapi tidak pernah dibereskan/diselesaikan secara tuntas, maka muncullah asumsi-asumsi dari masing-masing pihak yang semakin memperunyam masalah.</p>
<p style="text-align: justify;">Hal tersebut menimbulkan trauma akibat kekeliruan pengurus lama sehingga memunculkan ketidakpercayaan pada pengurus baru yang berimbas pada menurunnya kinerja organisasi. Kekeliruan pemimpin lama menjadi alasan utama untuk meragukan pemimpin yang baru.</p>
<p style="text-align: justify;">Ini mengingatkan saya kepada keadaan bangsa kita saat ini, banyak yang berdemo, mengkritik bahkan mencibir pemerintah sekarang karena trauma mereka dengan pemimpin sebelumnya. Setiap pemimpin mempunyai kelebihan dan kekurangan masing-masing, namun jika kita terus berfokus pada kekurangan atau hal-hal negatif dari pemimpin maka itulah yang menjadi penghambat utama untuk kita maju.</p>
<p style="text-align: justify;">Saya memberikan sebuah statement kepada anggota dan pengurus, bahwa &#8220;bukan masalah benar atau salah, tetapi bagaimana respon kita terhadap masalah itu&#8221;. Walaupun memang kita pada posisi yang benar, akan tetapi jika respon kita salah, maka tidak ada gunanya kebenaran kita itu.</p>
<p style="text-align: justify;">Akhirnya rapat berakhir dengan &#8220;kelegaan&#8221; masing-masing pihak dan semua mulai fokus kembali ke depan bersama-sama melangkah. Saya bangga bisa memiliki anak-anak binaan yang luar biasa. Saya tau mereka peduli dan ingin yang terbaik, hanya saja adanya kesalahpahaman dan miss communication antara anggota dan pengurus yang membuat kesenjangan di antara mereka. Tapi syukurlah rapat rekonsiliasi ini bisa terjadi dan semuanya bisa kembali baik.</p>
<p style="text-align: justify;">Dari sini saya belajar, tugas seorang pembina bukanlah mencampuri urusan organisasi akan tetapi membina pengurus dan anggota agar tercipta keharmonisan dan memediasi jika ada masalah untuk dicari bersama apa solusi terbaiknya bukannya menjadi pencari siapa yang salah dan siapa yang benar.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.romystevenj.com/2010/10/menjadi-pembina/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Selangkah lebih mundur</title>
		<link>http://www.romystevenj.com/2010/10/selangkah-lebih-mundur/</link>
		<comments>http://www.romystevenj.com/2010/10/selangkah-lebih-mundur/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 14 Oct 2010 02:38:40 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Romy Steven J</dc:creator>
				<category><![CDATA[Umum]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.romystevenj.com/?p=670</guid>
		<description><![CDATA[Membaca judul tulisan saya ini, pasti agak sedikit aneh karena biasanya yang ada adalah &#8220;Selangkah lebih maju&#8221;, lha ini koq malah mundur? Hahaha.. Pagi ngajar di sekolah seperti biasa, tapi tiba-tiba saya mengamati sesuatu, wah, rata-rata siswa saya sudah pakai Blackberry dan saya masih pake hp Nokia N70.. Haha Saya jadi kembali teringat masa lalu, [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: justify;">Membaca judul tulisan saya ini, pasti agak sedikit aneh karena biasanya yang ada adalah &#8220;Selangkah lebih maju&#8221;, lha ini koq malah mundur? Hahaha.. Pagi ngajar di sekolah seperti biasa, tapi tiba-tiba saya mengamati sesuatu, wah, rata-rata siswa saya sudah pakai Blackberry dan saya masih pake hp Nokia N70.. Haha</p>
<p style="text-align: justify;"><img title="nokia 6150" src="http://www.romystevenj.com/wp-content/uploads/2010/10/nokia-6150.jpg" alt="" width="208" height="560" align="right" />Saya jadi kembali teringat masa lalu, dulu di kantor tempat saya bekerja semua menggunakan pager sebagai alat komunikasi, saya masih ingat nama perusahaan penyedia jasa pager waktu itu namanya Starpage. Beberapa lama bekerja, teknologi handphone mulai masuk dan sebagian besar teman-teman beralih dari pager ke hp. Waktu itu hp yang beredar masih monochrome (1 warna). Di saat seperti itu, saya masih tetap setia sama pager yang komunikasinya cuma 1 arah,, haha.</p>
<p style="text-align: justify;">Beberapa tahun kemudian, teknologi hp makin maju dan keluar hp berwarna lengkap dengan fitur kameranya. Pada musim hp berwarna, akhirnya saya diberikan kado ulang tahun dari mama saya, sebuah hp Nokia 6150, hp monocrome dengan bobot yang cukup berat plus antena. Kata teman-teman jika hp saya itu dilemparkan ke orang, orang itu pasti mati, karena bobotnya yang cukup berat, hahaha.</p>
<p style="text-align: justify;"><span id="more-670"></span>Selanjutnya masuk era 3G (video call) dan saya waktu itu beralih ke hp Nokia 6670 yang masih menggunakan GPRS tapi lumayan sudah punya kamera. Dan di era sekarang ini disaat orang-orang sudah menggunakan Blackberry, saya masih setia dengan hp Nokia N70 saya. Haha.. Inilah yang saya maksud sebagai &#8220;Selangkah lebih mundur&#8221;.</p>
<p style="text-align: justify;">Pada dasarnya saya senang mengikuti perkembangan teknologi, akan tetapi saya bukan tipe orang yang gila gonta-ganti gadget. Apalagi kita ketahui harga gadget baru akan sangat mahal pada awal-awal peluncurannya, tunggu saja 3 atau 6 bulan kemudian, harganya sudah mulai turun.</p>
<p style="text-align: justify;">Hampir semua juga pergantian hp saya karena ada orang yang memberikan sebagai hadiah, dll. Hp Pertama saya Nokia 6150, masih ada dan berfungsi sampai sekarang, HP itu pemberian dari mama saya karena waktu itu mama dan papa mau ke Medan dan skalian buat hadiah ultah saya, hp itupun bukan hp baru yg dibeli tapi bekas pake teman saya. Untuk hp Nokia 6670, itu pemberian dari kakak saya, lalu nokia N70 yang saya pakai sampai sekarang adalah hasil kerja saya jadi bisa beli hp baru, haha.</p>
<p style="text-align: justify;">Banyak siswa yang bertanya, kenapa pak Romy tidak pakai Blackberry, dan saya hanya menjawab nanti kalau sudah waktunya pasti saya pakai <img src='http://www.romystevenj.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' /> , hanya saja mungkin saat Blackberry tidak nge-trend lagi alias &#8220;Selangkah lebih mundur&#8221; lagi. Haha. Tapi siapa tau ada pembaca yang mau memberi blackberry ke saya, dengan senang hati saya akan menerima,, hahahahaha..</p>
<p style="text-align: justify;">Sebenarnya esensi dari sebuah hp kan adalah: bisa mendengar dan berbicara juga bisa menulis dan membaca atau lebih singkatnya, bisa nelpon dan sms. Hahaha. Tapi seiring dengan perkembangan teknologi, hp sekarang sudah punya fitur lain, malahan banyak promo hp sekarang yang lebih menonjolkan situs Facebook dan Twitter sebagai nilai tambahnya. Bukan cuma itu, hp sekarang juga sudah bisa dijadikan TV, bahkan ada yang bisa 3 kartu aktif bersamaan. Sekarang saya juga punya HP hybrid yaitu 1 hp bisa aktif CDMA dan GSM sekaligus. Lalu, apakah akan diluncurkan hp dengan 10 nomor aktif bersamaan? haha. gimana kalo ada 5 panggilan masuk dalam waktu bersamaan. Hahaha.</p>
<p style="text-align: justify;">Saya juga banyak melihat para pejabat-pejabat yang punya hp canggih tapi biar sms juga ngak tau, bahkan cuma dipakai untuk nelpon saja, mubazir banget, mending kasi ke saya tuh hp canggihnya biar bisa digunakan semua fiturnya. hahahaha.</p>
<p style="text-align: justify;">Intinya adalah teknologi semakin maju, kitapun harus semakin maju, tapi bukan berarti harus memiliki semua jenis hp keluaran terbaru kan?</p>
<p style="text-align: justify;">
<p style="text-align: justify;">Salam sukses 2010 be MORE than a WINNER</p>
<p style="text-align: justify;">Romy Steven J</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.romystevenj.com/2010/10/selangkah-lebih-mundur/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>7</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Bangsa kita dan sinetron</title>
		<link>http://www.romystevenj.com/2010/10/bangsa-kita-dan-sinetron/</link>
		<comments>http://www.romystevenj.com/2010/10/bangsa-kita-dan-sinetron/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 13 Oct 2010 09:55:17 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Romy Steven J</dc:creator>
				<category><![CDATA[Umum]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.romystevenj.com/?p=665</guid>
		<description><![CDATA[Siapa sih yang tidak kenal dengan sinetron Indonesia. Ada banyak sinetron yang bisa dengan bebasnya ditonton melalui layar TV tanpa biaya alias gratis (hanya bayar PLN) haha. Tapi satu hal yang saya heran, sebenarnya apa sih yang menarik dari sebuah sinetron? Seseorang kadang rela mengorbankan segala sesuatunya demi untuk menonton sinetron. Mengapa kita senang &#8220;dibodohi&#8221; [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: justify;">Siapa sih yang tidak kenal dengan sinetron Indonesia. Ada banyak sinetron yang bisa dengan bebasnya ditonton melalui layar TV tanpa biaya alias gratis (hanya bayar PLN) haha.</p>
<p style="text-align: justify;">Tapi satu hal yang saya heran, sebenarnya apa sih yang menarik dari sebuah sinetron? Seseorang kadang rela mengorbankan segala sesuatunya demi untuk menonton sinetron.</p>
<p style="text-align: justify;"><img title="nonton tv ngemil" src="http://www.romystevenj.com/wp-content/uploads/2010/10/nonton-tv-ngemil.bmp" alt="" width="200" align="right" />Mengapa kita senang &#8220;dibodohi&#8221; dengan sinetron? Coba saja renungkan. Mungkin sebagian pembaca sudah pernah ke ibu kota Indonesia, Jakarta. Kita tau kepadatan penduduk dan kendaraan di sana. Saya saja waktu ke Jakarta sangat sulit bisa bertemu dengan teman-teman dikarenakan jaraknya yang jauh dan macetnya yang minta ampun.</p>
<p style="text-align: justify;">Tapi coba kita bandingkan dengan apa yang terjadi dalam cerita sinetron? Para pemeran sinetron dengan mudahnya bertemu di jalan yang sama, ketika ada yang sakit, masuk rumah sakit yang sama, dan parahnya kadang terbentur dikit saja, sudah masuk UGD dan sampai lupa ingatan.</p>
<p style="text-align: justify;"><span id="more-665"></span>Ceritanya ada yang meninggal lalu tiba-tiba ada kembarannya yang sama persis, anak mereka tertukar, dll. Apa memang ada rumah sakit bersalin yang begitu mudahnya orang menukar anak-anak yang baru lahir. haha.</p>
<p style="text-align: justify;">Kalau kita mau cermati, hampir 95% isi sinetron adalah kebodohan, bahkan sudah menjurus ke pembohongan publik, hanya saja belum ada pihak yang merasa (tepatnya: sadar) dirugikan karena bagi sebagian besar ibu-ibu menyukai sinetron. Haha.</p>
<p style="text-align: justify;">Ada yang berkata &#8220;sinetron dibuat berdasarkan dari kehidupan nyata&#8221;, tapi ada juga yang berkata &#8220;kehidupan nyata dipengaruhi oleh sinetron&#8221;.</p>
<p style="text-align: justify;">Contohnya mungkin begini: selingkuh terjadi karena ada contoh dari sinetron yang ditonton, ada juga yang bilang sinetron menceritakan tentang perselingkuhan karena melihat dari kehidupan nyata. Haha, sangat lucu bukan. Kehidupan nyata dikaitkan dengan sinetron.</p>
<p style="text-align: justify;">Setelah mereview tentang sinetron, ternyata sinetron tidak jauh beda dengan bangsa kita. Para tokoh-tokoh pemerintah, partai politik bahkan wakil rakyat banyak yang sedang bermain &#8220;sinetron&#8221;.</p>
<p style="text-align: justify;">Sesuatu yang tidak mungkin dijadikan mungkin di dalam sinetron. Demikian juga di bangsa kita, sesuatu yang tidak mungkin juga bisa menjadi mungin. Sayangnya banyak rakyat yang hanya bisa menonton, mungkin ada yang protes tapi ternyata protes mereka tidak ada gunanya.</p>
<p style="text-align: justify;">Salah satu ibu teman saya pernah saya perhatikan ketika dia nonton sebuah sinetron, dan dia begitu sibuknya berkomentar, salah satu isi komentarnya adalah: &#8220;bodoh sekali wanita ini, kenapa mau diperlakukan begitu sama mertuanya&#8221;. Komentar demi komentar keluar setiap kali ada adegan yang tidak sesuai dengan yang diharapkan, anehnya lagi, benda mati (televisi) bisa ditunjuk-tunjuki. Dalam hati saya hanya berkata, sebenarnya penonton yang lebih bodoh, karena semuanya itu sudah diatur.</p>
<p style="text-align: justify;">Memang lucu, tapi bukankah hal ini yang terjadi pada bangsa kita? Banyak politikus bahkan mahasiswa yang demo, protes bahkan tidak jarang berakhir anarkis tentang kebijakan-kebijakan yang tidak sesuai dengan harapan mereka. Tapi sama saja, dalam hati saya hanya berkata, semuanya itu telah diatur.</p>
<p style="text-align: justify;">Saya banyak melihat &#8220;sinetron&#8221; di bangsa kita yang kadang lebih kejam dari sinetron di televisi. Menjadi tokoh yang baik, akan mendapat serangan dari tokoh antagonis. Jadi mungkin lebih baik jadi tokoh pemeran pembantu saja ya? atau kita buat saja sinetron yang tidak ada pemeran antagonisnya. Supaya bangsa kita juga belajar dari sinetron yang &#8220;tanpa kejahatan&#8221; <img src='http://www.romystevenj.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' /> </p>
<p style="text-align: justify;">
<p style="text-align: justify;">Salam sukses 2010 be MORE than a WINNER</p>
<p style="text-align: justify;">Romy Steven J</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.romystevenj.com/2010/10/bangsa-kita-dan-sinetron/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>7</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Pendidikan Sekarang dan Tut Wuri Handayani</title>
		<link>http://www.romystevenj.com/2010/10/pendidikan-sekarang-dan-tut-wuri-handayani/</link>
		<comments>http://www.romystevenj.com/2010/10/pendidikan-sekarang-dan-tut-wuri-handayani/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 11 Oct 2010 03:39:33 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Romy Steven J</dc:creator>
				<category><![CDATA[Motivasi]]></category>
		<category><![CDATA[Smada]]></category>
		<category><![CDATA[Umum]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.romystevenj.com/?p=657</guid>
		<description><![CDATA[Iseng2 saya menanyakan ke beberapa guru di sekolah apakah mereka tahu tentang Ki Hajar Dewantara. Dan sungguh memprihatinkan sebagian besar guru muda hanya mengetahui sebagian kecil tentang Ki Hajar Dewantara. Bagi seorang guru/pengajar sebenarnya bisa banyak belajar dari sejarah Ki Hajar Dewantara, saya sendiri tidak terlalu mendalami sejarah beliau, akan tetapi beberapa hal penting mengenai [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: justify;"><img title="ki hajar dewantara" src="http://www.romystevenj.com/wp-content/uploads/2010/10/ki-hajar-dewantara.jpg" alt="" width="197" height="250" align="left" />Iseng2 saya menanyakan ke beberapa guru di sekolah apakah mereka tahu tentang Ki Hajar Dewantara. Dan sungguh memprihatinkan sebagian besar guru muda hanya mengetahui sebagian kecil tentang Ki Hajar Dewantara.</p>
<p style="text-align: justify;">Bagi seorang guru/pengajar sebenarnya bisa banyak belajar dari sejarah Ki Hajar Dewantara, saya sendiri tidak terlalu mendalami sejarah beliau, akan tetapi beberapa hal penting mengenai beliau sudah saya baca.</p>
<p style="text-align: justify;">Mungkin masih banyak juga guru maupun siswa yang tidak memperhatikan bahwa slogan Departemen Pendidikan Nasional adalah ciptaan dari Ki Hajar Dewantara yaitu: Tut Wuri Handayani.</p>
<p style="text-align: justify;">Sebagai seorang guru/pengajar, saya tertarik untuk mempelajari sosok seorang Ki Hajar Dewantara dan luar biasa, saya menemukan banyak hal dan pemahaman tentang pendidikan sesungguhnya yang sudah mulai &#8220;punah&#8221; di tahun-tahun terakhir ini.</p>
<p style="text-align: justify;">Dalam tulisan ini, saya tidak mau membahas lebih dalam mengenai sejarah beliau, namun jika Anda tertarik, silahkan baca di <a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Ki_Hadjar_Dewantara">http://id.wikipedia.org/wiki/Ki_Hadjar_Dewantara</a>.</p>
<p style="text-align: justify;">Saya tertarik membahas soal slogan ciptaan beliau yang sampai sekarang masih menjadi slogan maupun logo pendidikan Nasional.</p>
<p style="text-align: justify;">Dikutip dari <a href="http://id.wikiquote.org/wiki/Ki_Hadjar_Dewantara">http://id.wikiquote.org/wiki/Ki_Hadjar_Dewantara</a>:<br />
<img title="tut wuri handayani" src="http://www.romystevenj.com/wp-content/uploads/2010/10/tut-wuri-handayani.jpg" alt="" width="195" height="196" align="right" />Semboyan &#8220;Tut wuri handayani&#8221;, atau aslinya: ing ngarsa sung tulada, ing madya mangun karsa, tut wuri handayani. Arti dari semboyan ini adalah: tut wuri handayani (dari belakang seorang guru harus bisa memberikan dorongan dan arahan), ing madya mangun karsa (di tengah atau di antara murid, guru harus menciptakan prakarsa dan ide), dan ing ngarsa sung tulada (di depan, seorang pendidik harus memberi teladan atau contoh tindakan yang baik).</p>
<p style="text-align: justify;"><span id="more-657"></span>Dari dasar ini, saya menarik kesimpulan bahwa seorang guru/pengajar bukan hanya bertugas mengajar, memberikan tugas, memeriksa ujian dan lain sebagainya seperti kenyataan yang kita lihat di sekolah-sekolah sekarang ini.</p>
<p style="text-align: justify;">Akan tetapi, seorang guru/pengajar harus bisa menjadi motivator, ideator dan director.</p>
<p style="text-align: justify;"><strong><span style="text-decoration: underline;">1. Guru sebagai Motivator (Tut wuri handayani: </span></strong><strong><span style="text-decoration: underline;">Dari belakang seorang guru harus bisa memberikan dorongan dan arahan.)</span></strong></p>
<p style="text-align: justify;">Bukankah slogan ini yang menjadi slogan penidikan Nasional kita? Jadi sebenarnya menjadi guru/pengajar bukanlah sekedar mengajar akan tetapi bagaimana kita bisa menjadi motivator bagi siswa. Pada waktu sharing dengan beberapa guru, saya sering berkata: Anak-anak didik kita sekarang itu sebenarnya lebih pintar dari kita hanya saja tidak ada yang memotivasi mereka, yang ada adalah orang tua mereka sibuk bekerja dan guru mereka hanya sibuk memberikan tugas-tugas, lalu siapa yang memotivasi mereka?</p>
<p style="text-align: justify;">Sebagai contoh dalam pelajaran IT, kadang saya hanya mengajarkan dasarnya lalu saya memotivasi mereka untuk berkreasi dan hasilnya mereka bisa membuat hasil yang lebih dari yang saya pikirkan.</p>
<p style="text-align: justify;">Perlu dipahami bahwa menjadi motivator bukan hanya dalam hal belajar. Saya menemukan terkadang ada siswa yang mempunyai masalah, orang tua mereka sibuk dengan pekerjaannya dan jika sebagai guru kita tidak punya waktu juga untuk memotivasi mereka ke jalan keluar yang positif, maka bisa jadi mereka akan mencari jalan keluar negatif.</p>
<p style="text-align: justify;"><strong><span style="text-decoration: underline;">2. Guru sebagai Ideator &amp; Facilitator (Ing madya mangun karsa: Di tengah atau di antara murid, guru harus menciptakan prakarsa dan ide.)</span></strong></p>
<p style="text-align: justify;">Bukan cuma memberikan ide, akan tetapi bagaimana seorang guru bisa memfasilitasi agar ide tersebut bisa tercapai. Beberapa siswa datang ke saya dan bercerita tentang hobi mereka dalam bidang komputer, dari perbincangan tersebut tercetuslah sebuah ide untuk membentuk sebuah organisasi IT dalam sekolah. Setelah ide tercetus, langkah yang saya ambil adalah menjadi fasilitator, saya menghadap ke kepala sekolah dan organisasi pun terbentuk. Organisasi tersebut telah menjadi wadah untuk siswa yang ingin mengembangkan diri mereka dalam bidang IT. Ide lainnya tercetus untuk membuat perpustakan IT, dan ide tersebut telah menjadi kenyataan. Terkadang saya juga harus menghubungi beberapa sponsor untuk turut menjadi fasilitator dan sering kali juga saya harus &#8220;berkorban&#8221; baik materi maupun waktu untuk merealisasikan ide-ide yang muncul.</p>
<p style="text-align: justify;">Jangan sampai terbalik, siswa yang jadi fasilitator supaya kita mendapat keuntungan dari mereka. Biarkan siswa yang mendapat keuntungan/faeadah. Guru yang baik harus rela berkorban demi keberhasilan anak-anak didiknya.</p>
<p style="text-align: justify;"><strong><span style="text-decoration: underline;">3. Guru sebagai Director (Ing ngarsa sung tulada: Di depan, seorang pendidik harus memberi teladan atau contoh tindakan yang baik.)</span></strong></p>
<p style="text-align: justify;">Saya lebih menyukai kata Director daripada Leader. Dalam kamus defenisi dari kata director adalah: Orang yang mengarahkan; orang yang mengatur, memberi panduan atau perintah, seorang manajer atau pengawas.</p>
<p style="text-align: justify;">Salah satu kata motivasi yang pernah saya baca berkata: 1 sikap lebih mudah ditiru daripada 1000 kata. Jadi seorang guru harus bisa menunjukkan sikap yang baik sebagai contoh dan teladan daripada harus berteriak-teriak, membentak-bentak siswa.</p>
<p style="text-align: justify;">2 hari yang lalu, saya diundang dalam acara reuni alumni tahun 1985-1995 GSKI SMA Negeri 2 Makassar. Pada acara tersebut saya yang tergolong masih guru muda (Mulai ngajar tahun 2007) bisa bertemu dengan guru-guru senior yang sebagian besar sudah pensiun. Saya duduk 1 meja dengan mereka dan dari sikap mereka dan cara mereka berbicara, saya sudah bisa melihat teladan yang baik dan saya tahu mereka adalah guru-guru yang membanggakan dari cerita-cerita alumni yang sekarang sudah menjadi orang-orang sukses semua. Mereka sempat share dan tentu saja saya banyak belajar dari mereka tentang cara mereka mengajar, menghadapi siswa, dll. Mereka guru-guru yang sangat dihormati dan dicintai. Inilah salah satu hasil jika kita bisa menjadi guru yang memberikan teladan dan contoh yang baik. Mungkin sekarang siswa masih belum menunjukkan rasa hormat dan cintanya, akan tetapi nantikan saja ketika mereka sudah berhasil, mereka akan mengingat guru-guru mereka yang telah memberikan teladan yang baik pada mereka (guru killer biasanya dilupakan. Haha)</p>
<p style="text-align: justify;">Demikianlah tulisan ini saya buat agar kiranya kita semua, khususnya guru-guru di Indonesia bisa lebih memaknai slogan &#8220;Tut wuri handayani&#8221; yang sudah diciptakan oleh Menteri Pendidikan Nasional RI pertama kita. Mari bersama-sama menjadi motivator, fasilitator dan director buat anak-anak didik kita <img src='http://www.romystevenj.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' /> </p>
<p style="text-align: justify;">Salam sukses 2010 be MORE than a WINNER</p>
<p style="text-align: justify;">Original wrote by: Romy Steven J (www.romystevenj.com</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.romystevenj.com/2010/10/pendidikan-sekarang-dan-tut-wuri-handayani/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>4</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>

