Tanpa terasa sudah 3 tahun saya menjadi seorang guru SMA. Banyak hal yang telah dilewati. Namun 1 kesimpulan saya, bahwa seorang guru harus bisa menjadi motivator bagi siswanya. Sekarang bukan lagi zamannya guru yang tau segala-galanya kerena terbukti, anak-anak didik kita juga telah memiliki pengetahuan lebih dengan adanya media Internet.
Sedikit mengenang awal mula saya mengajar di SMA Negeri 2 Makassar, awalnya saya menawarkan pembuatan web untuk sekolah dengan nama program “Web Sekolahku”. Dari sekian banyak surat yang dikirimkan ke sekolah-sekolah, hanya SMA Negeri 2 yang meresponi. Pada waktu itu saya dipertemukan dengan pak Yusuf dan pak Hamzah yang kemudian mendukung pembuatan web tersebut. Kepala sekolah yang pada waktu itu dijabat oleh pak Musafir Nauwir juga sangat mendukung rencana pengembangan ICT yang saya presentasikan.
Ketika saya mengurus persiapan bahan web, pak Hamzah tiba-tiba menawarkan saya untuk mengajar pelajaran TIK dengan alasan, pengajar yang ada sering terlambat bahkan kadang tidak datang. Setelah mempertimbangkan, maka sayapun menerima tawaran tersebut. Read more…


MAKASSAR — Fenomena kabut Haze (awan tipis) menyelimuti kota Makassar, Kamis 26 Maret. Kabut tersebut mulai terlihat pukul 14.00 Wita pada ketinggian 15 meter dari permukaan tanah membuat jarak pandang terbatas hanya pada kisaran 3-5 kilometer.“Ini bukan kabut biasa. Kalau kabut biasa, hanya berada sekitar lima meter di atas tanah, atau di atas gunung.
Hari Sabtu siang sekitar jam 3, saya dan 3 orang teman ke Karebosi Link untuk makan Pizza. Setelah makan, kami berkeliling melihat kios-kios yang terletak di bawah lapangan Karebosi tersebut.
Saya pribadi sangat setuju dengan pemikiran Prof. Anwar Arifin tentang konsep dunia pendidikan masa depan. Salah satunya adalah sistem kontrak guru dan “kebebasan” guru non PNS untuk mengajar di sekolah negeri.
“Bisa saya melihat bayi saya?” pinta seorang ibu yang baru melahirkan penuh kebahagiaan. Ketika gendongan itu berpindah ke tangannya dan ia membuka selimut yang membungkus wajah bayi lelaki yang mungil itu, ibu itu menahan nafasnya. Dokter yang menungguinya segera berbalik memandang kearah luar jendela rumah sakit. Bayi itu dilahirkan tanpa kedua belah telinga.


