Archive for July, 2008

Jul 18 2008

Virus Jaringan Hebaaaaat

Published by Romy Steven J under Umum

Wah, seharian ini pusing banget, koneksi internet tiba2 macet, ada komputer yang lancar ada juga yang lelet bahkan ngak bisa sama skali… Karena “peristiwa” ini terjadi pada komputerku, maka mau tidak mau saya harus melakukan investigasi…

Ternyata ada komputer di jaringan yang terkena trojan, aku sendiri bingung kok bisa masuk dari mana? padahal PC sudah aku perkuat dengan antivirus Kaspersky yg diupdate setiap hari (bahkan sehari bisa 2-3x update),. ternyata trojan ini termasuk trojan baru yg mulai menyerang pada tgl 28 juni 2008. pantas saja antivirus2 ga ada yg mempan.

ciri2nya bila browser anda pada status bar menampilkan loading ke
hxxp://mx.content-type.cn:443/day.js
hxxp://js.tongji.cn.yahoo.com/621252/ystat.js
atau
dt.tongji.cn.yahoo.com

artinya pc anda sudah terinfeksi trojan ini. efek sampingnya browsing jadi lelet dan mengganggu koneksi internet.

trojan ini menginfeksi Javascript halaman web yg kita buka, selain itu trojan ini cepat sekali menyebar melalui jaringan LAN. jika anda menemukan trojan ini di pc anda, karantina terlebih dulu pc anda dgn mencabut kabel lan, agar tidak menginfeksi pc-pc yg lain, sampai saat ini belum ada antivirus yg mampu membersihkan trojan ini, satu2nya cara yg ampuh install ulang pc anda dan pergunakan deepfreeze / Returnil (semacam deepfreeze tetapi freeware) agar tidak terinfeksi kembali.

dan jika anda malas atau belum sempat untuk melakukan install ulang, bagi anda yg menggunakan Mozilla Firefox dapat menginstall plugin addon “NoScript” di alamat ini https://addons.mozilla.org/en-US/firefox/addon/722 plugin ini dapat mengunci trojan ini.

Karena di skolah terdapat lebih dari 100 unit komputer, jadi sedikit sukar melakukan pengecekan..

Virus ini memang jago lho, karena virus ini cuma menginfeksi beberapa komputer yang bisa diinfeksinya, karena beberapa komputer lainnya saya pasangi Deep Freeze..

Yang jagonya lagi, Linux pun terkena dampaknya, komputer server yang menggunakan Linux Fedora 8 juga tidak bisa browsing internet… Jadi penasaran, apakah virus ini menginfeksi Linux juga?

Untunglah jawabannya tidak… Linux hanya terkena dampak dari aktifitas virus ini.. Gini lho cara kerjanya biar jelas…

Setiap perangkat jaringan, entah itu LAN Card komputer, Router, dll semuanya memiliki tanda pengenal.. Tanda pengenal yang paling sering kita tau adalah IP, namun sebenarnya ada tanda pengenal lainnya yaitu MAC Address yang berformat angka hexadesimal aa:bb:cc:dd:ee.

Caranya untuk melihat tanda pengenal ini adalah, masuk ke Command Prompt lalu ketik ipconfig/all, maka akan ditampilkan IP adreess dan juga MAC Addreess komputer..

MAC Address dikenal juga dengan nama Physical Address, artinya alamat fisik perangkat jaringan..

Nah kembali ke cara kerja virus, virus ini menggunakan teknik spoofing MAC Address atau memalsukan MAC Address sehingga traffic jaringan menjadi kacau…

Contohnya,

Komputer A dengan IP 192.168.0.1 dan MAC aa:aa:aa:aa:aa
Komputer B dengan IP 192.168.0.2 dan MAC bb:bb:bb:bb:bb
Komputer C dengan IP 192.169.0.3 dan MAC cc:cc:cc:cc:cc

Nah virus ini akan memalsukan MAC komputer terinfeksi sehingga semuanya berubah menjadi

Komputer A 192.168.0.1 MAC aa:aa:aa:aa:aa
Komputer B 192.168.0.2 MAC aa:aa:aa:aa:aa
Komputer C 192.168.0.3 MAC aa:aa:aa:aa:aa

Nah akibatnya jika komputer B mau berkomunikasi dengan komputer C, seharusnya ke 192.168.0.3 MAC cc:cc:cc:cc:cc tapi menjadi salah arah ke 192.168.0.1 MAC aa:aa:aa:aa:aa

Nah itu ilustrasi untuk 3 komputer, nah bayangkan jika MAC router yang berfungsi sebagai Gateway (pintu gerbang) yang dipalsukan.. Jadinya semua komputer salah masuk pintu gerbang dan berputar-putar terus, nah inilah yang terjadi..

Sampai tulisan ini saya buat, saya belom dapat anti virus yang bisa mengatasi virus ini.. Jadi saya coba aja tips manual dengan sistem investigasi…

Caranya, cari tau MAC adreess dari Router/Gateway, kemudian pada setiap komputer, lakukan ping ke IP Address Router/Gateway, setelah itu, dari command prompt ketikkan arp -a dan akan ditampilkan alamat IP Router/Gateway dan MAC Addressnya, nah kalo berbeda, artinya komputer telah terinfeksi..

Cara paling mudah untuk mengatasinya sementara sambil menunggu antinya, adalah dengan cara mengetikkan arp -s diikuti IP Router/Gateway dan MAC Router/Gateway, contoh : arp -s 192.168.0.1 aa:bb:cc:dd:ee

Nah coba ketik kembali arp -a, nah sekarang tujuannya sudah bener tuh, restart router/gateway Anda.

Namun hal ini harus dilakukan di setiap komputer yang terjangkit virus.. Dan setiap kali booting harus di buat lagi.. Jadi pasang saja di startup windows :)

2 responses so far

Jul 16 2008

Hidup Tanpa Ijazah

Published by Romy Steven J under Umum

Tahun ini ada banyak siswa yang gagal dalam Ujian Nasional, salah satu pilihan yang ada ialah mengikuti Ujian Paket C, tetapi tentunya ijazahnya bukan dari sekolah tempat mereka 3 tahun belajar :(

Berbicara soal ijazah, syarat minimal jika mau kerja adalah SMA, jadi kalo mau kerja harus punya ijazah SMA donk…

Dilematis memang, di satu sisi, ada banyak orang yang dengan mudahnya membeli atau memalsukan ijazah untuk memperoleh pekerjaan atau jabatan namun tidak memiliki kemampuan atau keahlian, di sisi lain, ada orang yang tidak memiliki ijazah, tapi memiliki kemampuan dan keahlian..

Andy F Noya terkenal sebagai host Kick Andy di Metro TV, tapi pekan lalu justru ia duduk sebagai bintang tamu. Bukan di acara Kick Andy memang, melainkan talkshow di jaringan TV kabel, Q-TV. Yang menjadi host-nya: Peter Gontha, mantan orang kuat RCTI.

“Hahahahahaha…………..jadi ternyata anda tidak memiliki selembar pun ijazah kesarjanaan,” Peter Gontha bereaksi atas pengakuan Andy. Yups, ternyata Andy yang sangat cerdas tampil sebagai presenter dan host pada Kick Andy, dan juga seorang Pemimpin Redaksi itu ternyata tak lulus sarjana.

Di tempat lain, seorang begawan budaya Sunda sedang asyik membahas bukunya yang berjudul: Hidup Tanpa Ijazah. Dia adalah Ajip Rosidi, yang menolak mengikuti ujian akhir SMA. Naif memang, tapi itulah faktanya.
Dua kenyataan tadi kembali menggulirkan pertanyaan menggelitik: Bisakah kita hidup atau berkarir tanpa ijazah atau gelar. Lebih dalam lagi, bisakah kita menjadi orang sukses tanpa mengandalkan ijazah?

Kita pernah mengenal Adam Malik yang tak pernah mengenyam bangku sekolah sehingga otomatis tak punya ijazah. Namun dengan semangat belajar otodidak yang militan telah menghantarkannya menjadi Menlu dan Wapres Indonesia.
Tokoh lain yang tak punya ijazah kesarjanaan, tapi mampu menjadi tokoh yang diakui keilmuannya antara lain budayawan kondang Emha Ainun Nadjib, dan dai Aa Gym. Emha Ainun Nadjib hanya tiga bulan kuliah di FE UGM, selebihnya jadi pengembara ilmu di luar sekolah hingga dia bisa jadi manusia dengan bermacam sebutan (multifungsi). Aa Gym meski berhasil lulus, namun sampai sekarang ijazahnya di sebuah akademi tak pernah diambilnya ternyata berhasil menjadi dai dan pengusaha sukses.

Ajip Rosidi bahkan lebih `radikal’ Iagi.dengan tak mau mengikuti ujian akhir SMA nya. Dia menolak ikut ujian karena waktu itu beredar kabar bocornya soal-soal ujian. Dia berkesimpulan bahwa banyak orang menggantungkan hidupnya kepada ijazah. “Saya tidak jadi ikut ujian, karena ingin membuktikan bisa hidup tanpa ijazah”. Dan itu dibuktikan dengan terus menulis, membaca dan menabung buku sampai ribuan jumlahnya. Walhasil sampai pensiun sebagai guru besar tamu di Jepang, Dia yang tidak punya ijazah SMA , pada usia 29 tahun diangkat sebagai dosen luar biasa Fakultas Sastra Universitas Padjadjaran. Lalu jadi Direktur Penerbit Dunia Pustaka Jaya, Ketua Ikapi Pusat, Ketua DKJ dan akhirnya pada usia 43 tahun menjadi profesor tamu di Jepang sampai pensiun.

Mengapa tiba-tiba saya membahas hal ini? Tidak lain karena keprihatinan saya dengan budaya dunia profesional di negeri ini yang masih sangat mengagungkan ijazah sebagai parameter utama. Bukan, jam terbang dan portofolio real seseorang.

Teman saya, yang kini Chief Editor (Kepala Biro) Kantor Berita Foto European Photopress Agency (EPA) di Indonesia mengawali karirnya sebagai fotografer tanpa ijazah (meski ia seorang sarjana Biologi). Bahkan, hingga di usianya yang mendekati 40 tahun, belum pernah ia pegang ijazah kesarjanaannya itu karena ia memang tidak pernah mengambil ijazahnya. Namun, kantor berita foto AFP, yang menjadi tempat pertamanya berkiprah sebagai fotografer, tak mempedulikan itu.

Kemarin, untuk penulisan beberapa buku, kami para penulis dimintai ijazah. Kami paham betul, itu semata demi alasan administratif, belaka. Tapi, naif, jika itu kemudian menggugurkan profesionalisme yang sudah dirintis.

Jadi bisakah kita hidup sukses tanpa ijazah atau gelar kesarjanaan, saya yakin pasti Anda bisa menjawab dengan tepat.

Sumber: http://kalipaksi.multiply.com/journal/item/79

No responses yet

Jul 15 2008

Dampak Pendidikan Gratis

Published by Romy Steven J under Umum

Hampir semua calon pemimpin/kepala daerah menyuarakan pendidikan gratis dan mereka menang, salah satunya terjadi di Sulawesi Selatan..

Kemenangan mereka karena “promo” pendidikan gratis membuktikan bahwa masyarakat memang ingin pendidikan gratis..

Tapi sangat disayangkan karena ini baru sebatas konsep dan apa mau dikata, masyarakat sudah menuntut bukti, sementara mereka, para pemimpin baru saja bertugas beberapa bulan :)

Saya sendiri sebagai guru, merasa bingung dengan konsep pendidikan gratis… Soalnya biar anak orang kaya, pejabat, dan orang “berduit” semuanya mau gratis…

Setahu saya, untuk saat ini pendidikan gratis sedang diupayakan untuk tingkat SD dan SMP, tapi para orang tua, bahkan media dengan gencar menyoroti SMA yang masih belum mendapat subsidi penuh dari pemerintah.

Secara praktis, coba kita pikirkan…

Mungkinkah anak-anak bersekolah tanpa membeli buku cetak? Saya rasa ini merupakan penurunan… Karena tanpa buku cetak, berarti anak-anak harus menulis catatan, lalu bagaimana proses belajar mengajar dapat berlangsung dengan waktu yang cuma 1 atau 2 jam pelajaran dimana 1 jam pelajaran bukan 60 menit lho tapi hanya 45 menit :)

Selain itu, jika sekolah ingin maju misalnya dalam bidang ICT, tentunya harus dipersiapkan media dan perangkat komputer yang biaya pemeliharaannya tidak kecil :)

Karena jika sekolah tidak mengembangkan bidang ICT, maka bisa dipastikan lulusan sekolah tersebut pun akan menjadi lulusan yang gaptek dan tidak bisa bersaing di dunia yang sudah menggunakan ICT.

Saya pribadi sih lebih tertarik dengan sistem beasiswa atau bantuan pendidikan bagi anak yang memang tidak mampu.. Tapi hal inipun punya kesulitan sendiri, bagaimana membedakan anak yang tidak mampu dengan anak yang mampu… Hahaha :)

Memang ini adalah suatu dilema bagi pemerintah dan dunia pendidikan…

Akhir kata, melalui tulisan ini, saya cuma ingin memotivasi kita semua agar bersama-sama memikirkan solusi yang terbaik, sehingga anak-anak sekolah sebagai generasi penerus bisa mendapatkan pendidikan yang terbaik dan berkualitas walaupun mereka secara financial benar-benar tidak mampu.. :)

Jadilah orang miskin yang kaya, yang rela berkeringat untuk membiayai sekolah anaknya… Jangan menjadi orang kaya yang miskin, yang berpura-pura miskin untuk menyekolahkan anaknya :)

No responses yet